Pada umumnya kefir terbuat dari susu sapi, tetapi kefir dapat dibuat dari segala jenis susu atau susu alternatif termasuk susu nabati.. (Ilustrasi/Pexels)
Pada umumnya kefir terbuat dari susu sapi, tetapi kefir dapat dibuat dari segala jenis susu atau susu alternatif termasuk susu nabati.. (Ilustrasi/Pexels)

Manfaat Kefir untuk Kesehatan

Rona susu
Raka Lestari • 04 Februari 2020 10:30
Jakarta: Makanan yang mengandung probiotik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, beberapa diantaranya adalah yoghurt dan kefir. Berada diantara yoghurt dan susu, kefir juga mengandung probiotik yang banyak menjadi favorit bagi para pecinta gaya  hidup sehat.
 
“Faktanya, kefir adalah sumber probiotik yang hebat, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan seseorang," kata Keri Gans, RD, ahli diet dan penulis The Small Change Diet, seperti dimuat womenshealthmag.
 
Selain itu, jenis kefir tertentu juga dapat menjadi sumber kalsium yang baik untuk tulang yang sehat. Secara singkat, kefir adalah produk fermentasi susu yang mirip dengan yoghurt tetapi dengan tekstur yang lebih tipis dibandingkan yogurt.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut ahli gizi Andy de Santis, RD, kefir mengandung jumlah protein yang sama seperti yogurt, tetapi menawarkan lebih banyak kultur probiotik.
 
Walaupun pada umumnya kefir terbuat dari susu sapi, tetapi kefir dapat dibuat dari segala jenis susu atau susu alternatif termasuk susu nabati. Menurut Gans, jika Anda melihat kefir kelapa pada label produk, misalnya, itu berarti kefir tersebut dibuat dari santan kelapa. ”Versi lain dari kefir, yaitu “water kefir” juga bisa terbuat dari air kelapa atau jus buah, tambah Gans.
 
Meskipun orang-orang cenderung menyebut kefir sebagai "yoghurt yang dapat diminum," itu tidak sepenuhnya akurat. "Yang membedakan kefir adalah proses fermentasi, yang sedikit berbeda," kata Jessica Cording, RD, seorang ahli gizi.
 
"Biasanya, yoghurt hanya menggunakan bakteri untuk fermentasi, sedangkan kefir menggunakan bakteri dan ragi," tambah Gans.
 
Menurutnya, bakteri dan ragi menciptakan kultur yang tidak menimbulkan kandungan gluten di dalamnya, yang mengandung probiotik hingga tiga kali lebih banyak daripada yoghurt.
 
Makanan fermentasi seperti kefir menjadi favorit karena probiotik yang dikandungnya dapat membantu menyeimbangkan flora usus dan mengatur pencernaan. “Karena probiotiknya, mereka yang menderita penyakit usus atau gangguan pencernaan akibat antibiotik dapat sangat terbantu setelah mengonsumsi kefir,” tambah Santis.
 
Berkat kandungan vitamin D, kalsium, dan folat pada kefir, juga baik untuk tulang Anda dan kemampuan Anda untuk memiliki kehamilan yang sehat, tambah Cording.
 
Dan meskipun kefir memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, Emily Kean, RDN, ahli gizi dari Lifeway Foods menyarankan agar mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti defisiensi imun lebih baik untuk menghindari probiotik kecuali dengan pengawasan dari dokter.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif