(Foto: Licdn)
(Foto: Licdn)

Ketahui 7 Faktor Penyebab Sakit Gigi

Rona kesehatan gigi dan mulut
Torie Natalova • 01 Januari 2017 11:12
medcom.id, Jakarta: Sebagian besar orang mengaku tak tahan jika sudah mengalami sakit gigi. Sakit gigi membuat Anda kesulitan makan, sehingga berpengaruh pada produktivitas. Dengan tubuh lemas, Anda jadi tak bergairah melakukan kegiatan apapun, bukan?
 
Efek samping sakit gigi juga berimbas pada rasa nyeri di sekitar kepala hingga punggung. Dari segi psikologis, orang yang sedang sakit gigi cenderung lebih mudah marah.
 
Sakit gigi kebanyakan disebabkan karena gigi berlubang. Namun, tak selalu. Menurut Gerry Curatola, dokter gigi sekaligus pendiri penasihat Rejuvenation Dentistry and RealSelf, ada beberapa faktor penyebab gigi terasa sakit. Ini penting diketahui agar pasien mendapat pengobatan yang tepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Menyikat terlalu keras
 
Menyikat gig terlalu keras bisa menyebabkan resesi gusi yang membuat gigi menjadi sensitif sehingga terasa sakit. Hal ini ditandai dengan rasa ngilu atau sakit usai mengonsumsi makanan atau minuman panas/dingin. Selain berobat pada dokter gigi, ganti sikat Anda dengan bulu sikat yang lebih lembut, dan kurangi tekanan saat Anda menyikat gigi.
 
2. Infeksi gigi
 
Infeksi pada gigi terjadi ketika kuman atau bakteri masuk ke area gusi atau gigi dan berkembang biak di titik di mana tubuh tidak dapat melawan bakteri jahat tersebut. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit atau bengkak, semacam jerawat kecil di atas gigi atau rasa tidak enak di mulut.
 
Dokter gigi akan membersihkan wilayah gusi di sekitar gigi yang terinfeksi serta meresepkan antibiotik. Infeksi gusi dapat menyebabkan abses yang bisa membuat rasa sakit lebih parah.
 
3. Mengalami trauma
 
Trauma gigi bisa merupakan hasil dari sebuah insiden yang terjadi beberapa tahun lalu. Ini bisa berupa jatuh atau hantaman keras pada gigi yang menggoyahkan gigi atau rahang. Trauma gigi ini bisa diiringi dengan nyeri yang meningkat dan sensitivitas saat mengunyah.
 
4. Sinus yang parah
 
Selama alergi dan musim flu, infeksi sinus dapat menjalar dengan cara yang dirasa tidak normal. Karena akar gigi tertentu dapat benar-benar duduk tepat pada sinus, tekanan dari infeksi sinus dapat membuat Anda merasakan sakit gigi. Jika merasakan ini, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan sakitnya.
 
5. Mengerat gigi saat tidur
 
Mungkin sebagian dari Anda memiliki kebiasaan mengerat gigi. Namun, dalam beberapa kasus, mengerat gigi bisa mengakibatkan gigi retak atau longgar. Ketidakseimbangan saat gigi-gigi Anda bertemu saat mengerat adalah masalah yang dapat menyebabkan sakit gigi atau nyeri otot.
 
6. Baru melakukan bor atau tambal gigi
 
Anda mungkin akan mengalami sensitivitas gigi yang tajam saat menggigit di daerah yang dibor atau ditambal. Saat gigi dibor, Anda mungkin mengalami sensitivitas dingin selama beberapa minggu. Ini masih normal terjadi. Namun, jika ada sensitivitas saat Anda menggigit terutama zat keras, Anda akan memerlukan penyesuaian agar terbiasa. Anda bisa menemui dokter gigi jika tak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan.
 
7. Memiliki gigi yang retak
 
Ini bisa disebabkan akibat gigitan sesuatu yang keras hingga menyebabkan retak, atau cedera seperti jatuh atau mengalami kecelakaan. Jika ada celah, sakit gigi bisa dialami ketika menggigit, mengunyah atau bahkan minum sesuatu yang panas ataupun dingin.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif