Hindari stunting sejak dalam masa kandungan. Foto: Dok/Metro TV
Hindari stunting sejak dalam masa kandungan. Foto: Dok/Metro TV

Newsline

Penuhi Nutrisi Protein Hewani untuk Mengurangi Risiko Stunting pada Anak

Rona stunting Newsline IDAI
MetroTV • 24 November 2021 23:18
Jakarta: Stunting pada anak terjadi karena kekurangan nutrisi kronis pada seribu hari pertama kehidupannya. Protein hewani dan amino esensial dikatakan menjadi nutrisi paling penting untuk mengurangi risiko stunting.
 
"Ini sangat penting karena pada anak stunting kadar asam amino esensialnya sangat rendah," ujar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso dalam tayangan Newsline di Metro TV, Rabu, 24 November 2021.
 
Piprim menjelaskan asupan nutrisi yang paling penting selama pertumbuhan anak yaitu mencukupi kebutuhan protein hewaninya. Protein hewani dapat ditemui dengan mudah dan harga yang terjangkau yaitu pada telur dan ikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah hal yang bisa mencegah terjadinya stunting, dan sebenarnya ini murah, bisa memanfaatkan sumber asupan nutrisi lokal," kata Piprim.
 
Piprim menyarankan agar para ibu menerapkan gerakan dua telur sehari atau ikan setiap hari kepada buah hatinya. Hal tersebut dikatakan penting untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.
 
Selain itu, stunting dikatakan bisa menjadi siklus berulang. Jika sang ibu stunting, sang anak dapat mengalami hal serupa.
 
Piprim mengatakan hal tersebut dapat diintervensi pada masa kehamilan. Caranya dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup selama ibu tersebut hamil, kemudian diberi ASI sejak awal dan imunisasi.
 
Namun, Piprim mengingatkan bahwa seribu hari pertama kehidupan sang anak menentukan masa depan kehidupannya. Terjadinya malnutrisi pada seribu hari pertama kehidupan sang anak akan berpengaruh terhadap IQ, kecerdasan dan perkembangannya di kemudian hari.
 
"Kita fokus di seribu hari awal kehidupan ini, penuhi nutrisinya sebaik-baiknya, beri imunisasi dasar yang lengkap, sehingga anak tidak mudah terserang penyakit," jelas Piprim. (Widya Finola Ifani Putri)
 
(MBM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif