Benarkah bayi yang dilahirkan panjang akan tinggi? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Carlos Martinez/Unsplash.com)
Benarkah bayi yang dilahirkan panjang akan tinggi? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Carlos Martinez/Unsplash.com)

Mitos atau Fakta, Bayi Lahir Panjang Bakal Tumbuh Tinggi

Rona perkembangan anak
28 Desember 2018 12:31
Jakarta: Bayi yang baru lahir memiliki tinggi panjang yang berbeda-beda. Umumnya panjang badan bayi baru lahir adalah 48-52 cm. Nah, jika bayi lahir dengan panjang di atas 50 cm dan kakinya juga tampak panjang ternyata bukan jaminan akan tumbuh dengan postur tinggi.
 
Secara medis, yang menentukan berat dan tinggi anak ke depannya dipengaruhi dua hal, yaitu faktor genetik dan lingkungan, dikutip dari BabyCenter.
 
Genetik misalnya, kalau Anda dan pasangan memang mungil, kemungkinan besar anaknya juga tidak jangkung sekali. Meski bisa lebih tinggi daripada orang tuanya, tetap ada maksimalnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: Tiga Stimulasi agar Anak Tumbuh Tinggi)
 
Sedangkan yang dimaksud lingkungan yaitu ketersediaan kebutuhan dasar si kecil atau nutrisi, stimulasi, sandang, pangan, perawatan dan imunisasi.
 
Mitos atau Fakta, Bayi Lahir Panjang Bakal Tumbuh TinggiContohnya pada bayi yang lahir prematur belum tentu tak bisa tumbuh normal seperti bayi-bayi lain yang lahir cukup bulan.
 
Jika orang tua selalu mencukupi kebutuhan pokoknya serta menjaga dan merawat dengan baik, maka di usia 1 tahun tinggi dan beratnya bisa menyamai bayi yang lahir normal.
 
Faktor lingkungan memang lebih berpengaruh. Sebab lingkungan memberikan kebutuhan bayi yang sesuai, hasilnya pasti lebih optimal dibandingkan lingkungan yang kurang memerhatikan gizi, perawatan, stimulasi, dan lain-lain.
 
Jika si kecil masih bisa bertambah tinggi badannya, caranya adalah dengan rajin merangsang pertumbuhan otot dan tulang. Anda harus memberikan asupan protein dan kalsium.
 
Untuk protein bisa didapat dari sumber hewani seperti daging, unggas, ikan, dan telur. Sedangkan sumber nabati bisa didapat dari produk kedelai (tahu, tempe, susu soya) dan kacang-kacangan. Lalu untuk asupan kalsium, sumbernya antara lain susu.
 
Kini semakin jelas, bagaimanapun kondisi si kecil ketika lahir tak bisa dijadikan acuan untuk memastikan pertumbuhan fisiknya kelak
    
 
Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif