Saat ini sudah semakin banyak orang yang berhenti konsumsi daging--Ilustrasi--Foto: Pexels
Saat ini sudah semakin banyak orang yang berhenti konsumsi daging--Ilustrasi--Foto: Pexels

Apakah Berhenti Mengonsumsi Daging Pilihan Tepat?

Rona gaya jantung
Raka Lestari • 31 Oktober 2019 11:37
Jakarta: Saat ini sudah semakin banyak orang yang berhenti konsumsi daging, dalam pola makan sehari-hari mereka. Sebuah studi yang diterbitkan di Nature pada tahun 2018 menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi daging secara besar-besaran dapat membantu mencegah bencana iklim, sehingga banyak generasi milenial yang melakukannya.
 
Jika Anda melakukan perbahan pola makan, salah satunya adalah dengan berhenti mengonsumsi daging sepenuhnya tentu akan memiliki efek pada tubuh Anda. Dan menurut ahli, efek tersebut bisa berbeda-beda pada setiap individu.
 
“Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berfokus pada peningkatan asupan makanan nabati menunjukkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan bahkan beberapa bentuk kanker yang lebih rendah," ujar Dr Penny Kris-Etherton, Ph.D., profesor nutrisi di Penn State College of Health, seperti dilansir Bustle.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah studi terhadap lebih dari 12.000 orang Amerika paruh baya yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association pada tahun 2019 menemukan bahwa menghilangkan konsumsi daging seluruhnya berkaitan dengan risiko kardiovaskular dan kematian terkait penyakit jantung yang lebih rendah.
 
Meskipun begitu, tidak semua daging sama. “Memang benar jika Anda mengurangi konsumsi daging merah akan mengurangi risiko penyakit jantung,” ujar Dr Nate Favini, pemimpin medis di Forward, sebuah organisasi medis perawatan primer.
 
“Di sisi lain, ikan yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi kemungkinan mengurangi risiko penyakit jantung. Sehingga jika Anda menghentikan asupan ikan, justru bisa berdampak negatif pada kesehatan.
 
"Ia menyarankan bagi mereka yang berfokus untuk mengurangi konsumsi daging merah beralih ke sumber makanan lemak sehat, seperti almond dan walnut, " terangnya.
 
"Jika Anda berhenti mengonsumsi seluruh jenis daging pada makanan Anda, kemungkinan akan terjadi perubahan positif dalam jumlah bakteri menguntungkan dalam usus Anda,” ujar Stephanie Papadakis, konsultan nutrisi holistik bersertifikat di Gut of Integrity.
 
"Banyak hewan yang dibesarkan secara konvensional diberi hormon dan antibiotik. Efek dari antiobiotik pada hewan tersebut sama seperti Anda mengonsumsi antibiotik secara langsung,” paparnya.
 
Jika Anda mempertimbangkan untuk tidak mengonsumsi daging, sebaiknya Anda berbicara dengan ahli medis untuk memastikan Anda mendapatkan semua kebutuhan nutrisi Anda.
 
"Sangat mungkin untuk menjadi sangat sehat dengan pola makan nabati. Dokter atau ahli gizi Anda dapat membantu menyesuaikan rencana makan untuk Anda," kata Favini.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif