Jakarta: Ada berbagai jenis minyak yang sering digunakan dalam memasak, mulai dari minyak zaitun, minyak kelapa, dan masih banyak lagi jenis lainnya. Beberapa jenis minyak yang cukup populer dan sering digunakan diantaranya adalah minyak kanola atau canola oil dan minyak sayur.
Kedua jenis minyak ini sama-sama berasal dari tanaman dan sering digunakan untuk membuat kue atau menumis. Namun masih banyak orang yang belum memahami perbedaan diantara kedua jenis minyak tersebut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Marisa Moore, RDN, minyak kanola merupakan jenis minyak nabati yang berasal dari tanaman kanola. Sedangkan untuk minyak sayur, banyak orang yang mungkin berpikir bahwa minyak sayur berasal dari berbagai jenis sayuran.
Padahal kenyataannya, beberapa minyak sayur mungkin juga mengandung minyak kanola meskipun yang paling sering digunakan adalah minyak kedelai.
"Kanola memiliki rasa netral dan dapat digunakan di sebagian besar cara memasak dan membuat kue," menurut Moore. Namun menurut Kelli McGrane, RD, ahli nutrisi dari Lose It mengatakan bahwa minyak kanola lebih bagus digunakan untuk sesuatu yang manis seperti pancake dan muffin.
.jpg)
(Menurut Marisa Moore, RDN, minyak kanola merupakan jenis minyak nabati yang berasal dari tanaman kanola. Minyak kanola juga merupakan tambahan yang bagus untuk memanggang, menumis, atau menggoreng. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Minyak kanola juga merupakan tambahan yang bagus untuk memanggang, menumis, atau menggoreng karena memiliki titik asap atau smoke point yang sangat tinggi.
Sedangkan menurut McGrane, rasa netral pada minyak sayur juga bisa menjadi pilihan terutama ketika Anda tidak ingin menambahkan rasa dari minyak. Untuk minyak sayur sendiri, mungkin sebaiknya tidak digunakan pada suhu tinggi dan sebaiknya digunakan pada suhu rendah atau tambahan salad.
Moore menambahkan bahwa minyak kanola memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan minyak sayur sehingga minyak kanola dikaitkan dengan sejumlah manfaat termasuk pencegahan kanker dan kemungkinan mengalami penyakit kognitif.
"Dan meskipun minyak sayur dapat memiliki kandungan yang lebih bervariasi, minyak sayur cenderung mengandung lebih banyak lemak jenuh daripada minyak kanola yang dalam dosis tinggi jenis lemak tersebut berkaitan dengan penyakit kardiovaskular," menurut British Journal of Medicine.
Menurut jurnal Biomedical Pharmacotherapy minyak nabati biasanya tinggi omega-6 yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit autoimun.
Karena minyak kanola lebih rendah lemak jenuh dan cenderung lebih tinggi lemak tak jenuh tunggal daripada kebanyakan minyak nabati lainnya, McGrane mengatakan minyak kanola merupakan pilihan yang lebih baik dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
