Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Bolehkah Melakukan Olahraga Kardio saat Hamil?

Rona hamil
Raka Lestari • 13 Agustus 2019 11:51
Meskipun harus berhati-hati, bukan berarti saat hamil Anda tidak boleh beraktivitas. Anda tetap harus bergerak aktif, salah satunya adalah dengan berolahraga.
 
 
Jakarta: Ketika hamil, yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa kegiatan yang Anda lakukan tidak akan berdampak buruk bagi janin Anda. Untuk itu Anda perlu untuk sangat berhati-hati.
 
Meskipun harus berhati-hati, bukan berarti Anda tidak boleh melakukan berbagai aktivitas. Anda tetap harus bergerak aktif, salah satunya adalah dengan berolahraga. Usahakan memilih olahraga yang aman bagi kehamilan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari metro.co.uk, salah satu olahraga yang memiliki banyak manfaat adalah jenis olahraga kardio. Seperti berlari, bersepeda, atau bahkan mendayung yang tentunya cukup berat dilakukan oleh wanita hamil.
 
Rosie Stockley, ahli kebugaran dan pendiri Mamawell, menjelaskan pada dasarnya jika kehamilan Anda baik-baik saja dan dokter mengatakan bahwa olahraga kardio boleh dilakukan, maka Anda boleh melakukannya.
 
"Namun yang terpenting adalah untuk memastikan apa yang tubuh Anda rasakan, sebelum dan selama berolahraga, dan juga usahakan agar tubuh Anda tetap terhidrasi dan cukup istirahat," ujar Stockley.
 
Dia mengatakan, olahraga kardiovaskular yang aman dapat meningkatkan detak jantung berkontribusi pada kesehatan secara umum, meningkatkan kualitas tidur, dapat mengurangi kemungkinan diabetes gestasional.
 
"Selain itu dapat mengurangi sembelit dan membantu mengatasi nyeri seperti sakit punggung dan kaki," terangnya.
 
National Health Service (NHS) UK, menekankan bahwa berolahraga tidak berbahaya bagi bayi Anda, bahkan ada beberapa bukti yang mendukung bahwa wanita hamil yang aktif cenderung tidak mengalami masalah pada akhir masa kehamilan dan saat proses melahirkan. NHS juga menyarankan agar wanita hamil mendapatkan istirahat yag cukup untuk meningkatkan energi dan menyediakan waktu untuk melakukan olahraga.
 
NHS merekomendasikan untuk memulai dengan olahraga ringan dan perlahan ditingkatkan setidaknya empat kali setiap minggu dengan masing-masing sesi selama 30 menit. Menurut Mayo Clinic, jika Anda berolahraga secara teratur sebelum kehamilan, tidak perlu terlalu fokus pada jantung Anda ketka berolahraga selama kehamilan.
 
Saat hamil, detak jantung istirahat Anda (RHR) akan naik secara alami, karena itu cenderung lebih tinggi selama berolahraga sehingga monitor detak jantung pada mesin kardio tidak memberikan pembacaan intensitas yang akurat.
 
Jika Anda berolahraga di gym, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional mengenai apa yang harus Anda hindari terutama setelah usia janin 16 minggu.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif