Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Jangan Abaikan Sakit Kepala saat Hamil

Rona hamil
Raka Lestari • 14 Agustus 2019 17:32
Sakit kepala yang dialami ibu hamil saat minggu-minggu terakhir kehamilan bukanlah pertanda akan melahirkan. Sakit kepala juga bisa menjadi tanda peringatan untuk komplikasi terkait kehamilan, seperti preeklampsia, hipertensi, atau stroke.
 

Jakarta:
Memasuki mingu-minggu akhir kehamilan biasanya calon ibu kerap mengalami kegelisahan, sehingga menyebabkan sakit kepala. Beberapa orang percaya sakit kepala di minggu-minggu akhir kehamilan sebagai tanda-tanda akan melahirkan.
 
Dan ternyata, sakit kepala selama kehamilan merupakan sesuatu yang umum dialami para wanita hamil. Tinjauan penelitian pada tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Pregnancy and Child Health, 35 persen orang hamil mengalami sakit kepala kehamilan, yang bisa disebabkan banyak hal mulai dari stres hingga dehidrasi hingga perubahan hormon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penting juga untuk dicatat bahwa sakit kepala juga bisa menjadi tanda peringatan untuk komplikasi terkait kehamilan, seperti preeklampsia, hipertensi, atau stroke.
 
Menurut Dr Huma Farid, M.D., seorang obgyn di Harvard Medical School, sakit kepala bukanlah pertanda bahwa Anda akan melahirkan.
 
"Saya biasanya tidak menganggap sakit kepala sebagai tanda persalinan. Tetapi kehamilan itu sendiri memang dapat memicu sakit kepala. Sakit kepala mungkin merupakan tanda dehidrasi, kurang tidur atau stres, atau lebih memprihatinkan, mungkin merupakan tanda pertama preeklamsia. Migrain dapat terjadi pada kehamilan, tetapi lebih sering terjadi ketika seseorang memiliki riwayat migrain sebelum kehamilan," kata Farid kepada romper.
 
Farid menyarankan pasien saya untuk minum air yang cukup, beristirahat, dan minum acetaminophen jika mereka mengalami sakit kepala. Jika sakit kepala tidak sembuh dengan langkah-langkah ini atau bertambah parah atau mereka memiliki kelainan tekanan darah. "Saya menyarankan mereka untuk segera datang untuk dievaluasi," paparnya.
 
Anda harus tahu sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba pada akhir kehamilan mungkin merupakan gejala awal preeklamsia. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sakit kepala di akhir kehamilan mungkin menunjukkan bahwa Anda perlu pemantauan tambahan untuk sisa kehamilan Anda.
 
"Preeklampsia terjadi pada wanita hamil setelah usia kehamilan 20 minggu di mana mereka mengalami peningkatan tekanan darah, sakit kepala, perubahan pada kemampuan melihat, dan sakit perut. Mereka juga dapat mengembangkan tes fungsi hati atau ginjal yang tidak normal," kata Farid.
 
Preeklampsia adalah pertimbangan yang sangat serius dan memerlukan manajemen tekanan darah dan gejala, dan evaluasi di rumah sakit. Menurut Preeclampsia Foundation, tingkat preeklampsia telah meningkat di AS hingga 25% dalam 20 tahun terakhir, dan itu adalah penyebab utama kematian ibu.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif