Bahaya Membiarkan Anak Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula
Ilustrasi. (Shutterstock)
Jakarta: 'Susu' kental manis yang telah lama beredar di pasaran faktanya memiliki kandungan lemak dan gula yang begitu tinggi. Kandungan protein dan kalsium yang seharusnya menjadi komponen utama dalam susu justru sangat rendah.

Pakar Kesehatan Tan Shot Yen mengungkap ada bahaya yang mengintai jika 'susu' kental manis yang tak mengandung susu diberikan pada anak-anak, khususnya di bawah usia 5 tahun.

"Bahaya langsungnya asupan makanan lain akan teredam karena gula. Anak yang sudah 'disusupi' gula otomatis insulinnya akan lebih tinggi. Bisa memicu diabetes sejak kecil," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat, 6 Juli 2018.


Dampak buruk 'susu' kental manis bukan cuma menghambat penyerapan gizi. Tan mengatakan anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis cenderung lebih memilih makanan yang akan dimakan tanpa memerhatikan kandungan gizi di dalamnya.

Mereka mencari dan hanya akan mengonsumsi makanan dengan rasa yang mirip karena sudah ada reka rasa di lidah. Makanan yang asalnya dari alam dinilai tidak lagi menarik meskipun kadarnya sesuai dengan kebutuhan manusia.

"Enggak heran habis minum 'susu' seperti ini mereka kenyang tidak mau makan ayam, ikan, atau sayur," ungkapnya.

Tan menambahkan mengembalikan anak pada pola makan yang sehat tak begitu sulit. Anak-anak adalah makhluk yang masih bergantung pada orang dewasa, karenanya peran lingkungan keluarga terutama orang tua sangat penting.

"Bagaimana orang tua menjadi terapis bagi anak. Orang tua harus kerja keras menjadi contoh, kalau anak tantrum jangan diikuti, alihkan bila perlu datang ke psikolog anak untuk konsultasi," jelas dia.





(MEL)