(Foto: NBCNews)
(Foto: NBCNews)

Sakit Maag Bukan Sekadar Karena Telat Makan

Rona kesehatan
Nia Deviyana • 18 Mei 2016 19:18
medcom.id, Jakarta: Sakit maag sering dikaitkan dengan kebiasaan telat makan. Hal tersebut memang benar. Namun, sebenarnya ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit tersebut, selain faktor makanan.
 
Dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD menjelaskan secara detail mengenai penyakit yang menyebabkan rasa perih di area lambung itu.
 
Ada tiga kelompok penyebab utama yang memicu penyakit maag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama, bisa karena jadwal makan yang tidak teratur. Atau karena jenis makanan yang memang merangsang produksi asam lambung." paparnya saat dijumpai di kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
 
Kedua, tambah dia, maag juga bisa dipicu oleh faktor psikologis. Misalnya, stres, entah itu karena permasalahan di lingkup keluarga, lingkungan yang tidak sehat, atau tidak mampu mengimbangi tuntutan di tempat kerja.
 
Ketiga, bisa juga disebabkan oleh Helicobacter pylori, bakteri yang terdapat dalam lambung.
 
"Bakteri ini normalnya tidak ada atau hanya ada dalam jumlah yang sedikit. Yang menjadi masalah jika bakteri ini ada dalam jumlah banyak. membuat daya tahan mukosa lambung melemah dan meningkatkan asam," jelas Andi.
 
Seberapa berat maag Anda?
 
Gejala sakit Maag yang ringan umumnya akan sembuh secara bertahap jika penderita secara konsisten mengatur pola makan dan menerapkan pola makan yang sehat. Gejala maag yang ringan biasanya tidak memerlukan obat, atau bisa diatasi dengan obat yang dijual bebas di apotik atau toko obat.
 
Sementara gejala gangguan maag yang lebih berat bisa ditandai dengan mual-muntah hebat, hingga pasien bisa mengalami dehidrasi. Bahkan hingga muntah yang berwarna hitam karena darah bercampur asam lambung.
 
Apakah maag dapat menimbulkan konsekuensi fatal?
 
Gejala sakit Maag terjadi akibat jumlah asam lambung yang ada, jumlahnya berlebihan.
 
Pada kondisi tertentu, asam lambung bisa mengalami refluks, yang menyebabkan pasien merasakan gejala heartburn (rasa seperti terbakar di dada), saat bangun pagi mulut terasa pahit dan sering bersendawa." kata Andi. Dalam jangka waktu yang panjang, refluks bisa memicu kanker esofagus (kerongkongan).
 
Makanan yang sebaiknya dihindari penderita sakit maag
 
Beberapa makanan sebaiknya dihindari seperti cokelat, mint, dan keju. Jenis minuman yang harus diperhatikan adalah alkohol, kopi dan teh. Mereka yang mengalami gejala maag sebaiknya juga tidak merokok.
 
Ada baiknya juga mempelajari riwayat kesehatan. Ketahui makanan apa yang pernah dikonsumsi, dan memberikan gejala-gejala sakit maag. Dengan demikian, Anda tahu makanan apa yang baik dikonsumsi dan yang tidak.
 
Sakit Maag Bukan Sekadar Karena Telat Makan
Dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, Spesialis penyakit Dalam, dan Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif