Foto Ilustrasi: Pixabay
Foto Ilustrasi: Pixabay

Cara Menjaga Vitamin dalam Sayuran

Rona sayuran
Sunnaholomi Halakrispen • 19 Juli 2019 18:08
Cara penyajian sayuran berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Selain itu, juga ada banyak manfaat kesehatan yang akan Anda nikmati dari cara masak yang tepat pada sayuran Anda
 
Jakarta: Sebagian besar dari kita masih bingung dan kewalahan dengan semua tips atau informasi tentang cara memasak dan merawat sayuran. Misalnya, lebih sehat mana antara memakan tomat mentah atau menikmatinya dalam olahan masakan.
 
Begitu juga soal mendinginkan sayuran hijau. Kecuali, Anda seperti Popeye yang siap menikmati bayam bagaimanapun cara masak atau penyajiannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cara penyajian sayuran berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Selain itu, juga ada banyak manfaat kesehatan yang akan Anda nikmati dari cara masak yang tepat pada sayuran Anda.
 
Amy Joy Lanou, PhD, selaku ahli gizi dan direktur nutrisi dari Komite Dokter untuk Pengobatan, menyatakan, manfaat yang paling mencolok dari makanan berprotein nabati ialah potensi mereka melawan penyakit.
 
"Di seluruh dunia, buah-buahan dan sayuran bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit kronis," kata Lanou.
 
Maka demikian, penanganan yang tepat pada sayuran sebelum dikonsumsi menjadi hal yang penting. Menurut Lanou, beberapa nutrisi aktif dalam sayuran dan buah-buahan lebih mudah tersedia ketika dimasak, yang lain lebih lazim ketika dimakan mentah.
 
Misalnya, likopen, antioksidan, yang dapat membantu mencegah kanker prostat, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya, lebih lazim dalam bentuk tomat yang dimasak. Di sisi lain, banyak nutrisi dari sayuran dapat larut saat dimasak.
 
Ahli gizi Christine Filardo, memaparkan, kuncinya adalah berhati-hati untuk memasak sayuran terlalu lama dan dengan terlalu banyak air. Sebab, berpengaruh dalam membantu melindungi vitamin yang larut dalam air.
 
Filardo menyarankan untuk merebus sayuran dengan cepat dalam air mendidih dan menyelesaikan masakan saat masih sangat garing. Semua itu dilakukan untuk membantu menjaga warna dan nutrisi sayuran. Prinsip yang sama berlaku jika Anda memasak sayuran dengan mengukus atau menggunakan microwave.
 
Waktu merupakan faktor yang paling penting mengenai persoalan nutrisi buah-buahan dan sayuran. Anda dapat memperlambat proses penipisan nutrisi dengan menyimpan sayuran, tetapi mendapatkan produk segar pun sangat penting.
 
Saat belanja, coba dapatkan sayuran segar atau sayuran yang belum lama dipanen. Semakin cepat Anda makan buah atau sayuran yang belum lama dipetik, maka akan semakin baik.
 
Sayuran yang matang saat masih ditanam memiliki lebih banyak nutrisi di dalamnya dibandingkan jika sayuran itu dipetik lebih awal dan dibiarkan matang di luar. Rasanya pun berbeda.
 
Contohnya, jagung manis akan terasa super manis pada harinya dipetik. Tetapi, seminggu kemudian rasa manisnya berkurang, karena gula dalam jagung manis itu telah rusak.
 
Sederhananya, jangan menyimpan sayuran di lingkungan yang sangat panas untuk waktu yang lama. Ingatlah bahwa sayuran tertentu harus disimpan di meja, sementara yang lain harus didinginkan dalam lemari es. Bawang, kentang, dan sayuran akar lainnya lebih baik di tempat yang sejuk dan kering.
 
Sebagian besar buah, termasuk tomat, paling baik disimpan di atas meja dan dikonsumsi setelah matang. Sebagian besar sayuran hijau, jamur, dan hampir semua produk lainnya harus didinginkan.
 
Simpanlah jamur di dalam kantong kertas, bukan di plastik. Jika jamur disimpan dalam wadah plastik, gunakan garpu untuk membolongi beberapa titik, agar jamur tidak lembap.
 
Saat menyantap sayuran, kata Filardo, luangkan lebih banyak waktu untuk mengunyah dan nikmati sayuran Anda. Semakin Anda mengunyah, semakin banyak Anda mengurai sayuran dan akan menghasilkan penyerapan nutrisi yang lebih baik dari usus.
 
Sarapan Tepat Aktivitas Lancar

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif