Mengapa Tidak Boleh Makan Burger dengan Soda? (Foto: shutterstock)
Mengapa Tidak Boleh Makan Burger dengan Soda? (Foto: shutterstock)

Mengapa Tidak Boleh Makan Burger dengan Soda?

Rona makanan berbahaya
Kumara Anggita • 01 Juni 2019 21:09
Jakarta: Makan burger yang berminyak paling enak diguyur dengan soda. Rasa segar dan manis yang diberikan begitu luar biasa sehingga Anda merasa puas dengan sekejap sekaligus ingin terus mengunyahnya lagi.
 
Namun apakah dua makanan ini merupakan kombinasi yang baik bagi kesehatan tubuh Anda mengingat gula yang ada di dalam soda jumlahnya banyak.
 
Berikut penjelasannya yang dilansir dari RD

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minuman manis dapat memengaruhi pinggang Anda walaupun telah tertulis di label nutrisi  bahwa minuman tersebut tidak semengerikan itu. Coba perhatikan apakah pinggang Anda membesar jika terus mengonsumsi soda-soda yang menyegarkan itu.
 
Tak hanya bikin pinggang besar, dia juga akan membuat kerusakan lebih besar jika Anda memasangkannya dengan makanan yang salah. Inilah yang terjadi pada tubuh Anda satu jam setelah minum sekaleng soda.
 
Makanan yang dikemas dengan protein seperti burger yang berisi daging menunjukan bahwa dia memiliki khasiat yang bagus untuk membantu membangun otot. Akan tetapi jika Anda memasangkannya dengan minuman bergula, Anda justru akan lebih mendapatkan sisi bahayanya.
 
Para peneliti mencoba pada 27 orang dewasa untuk makan empat kali. Dua makan dengan 15 persen protein. Satu dengan minuman manis. Satu yang lain dengan minuman bebas gula. Dan dua lainnya dengan 30 persen protein dengan pasangan minuman yang sama.
 
Menurut penelitian dalam jurnal BMC Nutrition, minum minuman manis dengan makanan menyebabkan oksidasi lemak yang lebih rendah, proses yang mulai memecah lemak dalam tubuh.
 
Dan makanan berprotein lebih tinggi mengalami penurunan yang lebih besar daripada yang lebih sedikit protein. Pada dasarnya, minum minuman manis dengan makanan kaya protein berarti Anda akan membakar lebih sedikit lemak sehingga jangan pernah pikir bahwa makanan ini yang membantu Anda membakar lemak.
 
Dalam penelitian tersebut, ternyata peserta benar-benar membakar lebih banyak kalori setelah minum minuman manis dibandingkan peserta yang minum tanpa gula. Tetapi peningkatan metabolisme itu tidak cukup besar untuk meniadakan kalori dalam minuman.
 
Ini artinya walaupun dia membakar kalori tapi tetap saja minuman bergula tersebut akhirnya tetap memberi tambahan kalori pada konsumsi Anda.
 
Kalori tambahan itu juga tak ada gunanya karena tidak membuat partisipan menjadi kenyang. Justru buruknya, akhirnya mereka mengidam keinginan yang lebih besar.
 
Dengan tidak mengonsumsi minuman bergula seperti soda membuat keinginan Anda untuk makanan makanan asin dan gurih berkutang. Sementara, jika Anda pasangkan dengan minuman manis, selera makan jadi kembali.
 
"Temuan kami menunjukkan bahwa minum minuman manis dengan makanan berdampak pada kedua sisi persamaan keseimbangan energi," kata pemimpin penelitian Shanon Casperson, PhD, ahli biologi.
 
“Di sisi asupan, tambahan energi dari minuman tidak membuat orang merasa lebih kenyang. Di sisi pengeluaran, tambahan kalori tidak dikeluarkan dan oksidasi lemak berkurang,” lanjutnya.
 
Jadi, meskipun protein baik untuk Anda, memasangkannya dengan gula bisa membuat manfaat itu hilang begitu saja.
 
Jika Anda memulai hari dengan telur yang mengandung banyak protein, jangan membuat kesalahan sarapan sehat dengan memasangkannya dengan jus manis. Coba ganti dengan kopi sebagai gantinya.
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif