Rasa lelah yang tak kunjung hilang, dalam dunia medis disebut dengan istilah sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS). Sindrom ini seringkali disertai sakit kepala, nyeri sendi, sakit pada tenggorokan, nyeri pada kelenjar getah bening (terutama pada leher dan ketiak), serta menurunnya konsentrasi.
CFS positif menyerang jika Anda telah mengalami tanda-tanda yang dijabarkan di atas selama enam bulan atau lebih.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pada kasus yang lebih parah, CFS menyebabkan terganggunya penglihatan, pusing, iritasi usus, hingga hilang kesadaran. Dilansir Medical News Today, gangguan ini lebih banyak menyerang perempuan daripada laki-laki.
Maureen Hanson, penulis senior dari Departemen Biologi Molekuler, Genetika, dan Mikrobiologi di Cornell mengungkap penyebab CFS.
Sebelumnya, banyak ahli mengaitkan kelelahan dengan masalah psikologis, seperti kecemasan dan stres. Namun, Hanson melihat adanya hubungan bakteri dalam usus terhadap masalah ini.
Dalam studinya, Hanson dan tim mengobservasi feses dan sampel darah 48 orang yang terdiagnosa CFS (dikategorikan kelompok 1), dan 39 orang yang sehat (dikategorikan kelompok 2).
Hasilnya, feses kelompok 1 menunjukkan keragaman bakteri di usus, yang mana bakteri pemicu inflamasi sangat banyak jumlahnya, melebihi jumlah bakteri baik. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya peradangan pada sampel darah kelompok 1.
Hanson menjelaskan, bakteri-bakteri jahat di usus memengaruhi kinerja sistem imun, yang kemudian berimbas menjadi CFS.
Sayangnya, Hanson belum berhasil menemukan pemicu kemunculan banyaknya jumlah bakteri jahat di dalam usus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan studi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
