Studi: Mutasi Genetik Dapat Menyebabkan Insomnia
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Molecular Psychiatry, para periset memastikan bahwa insomnia bersifat turun-temurun dan menemukan mutasi genetik mungkin bertanggung jawab atas insomnia yang dialami seseorang. (Foto: Xavier Sotomayor/Unsplash.c
Jakarta: Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Molecular Psychiatry, para periset memastikan bahwa insomnia bersifat turun-temurun dan menemukan mutasi genetik mungkin bertanggung jawab atas insomnia yang dialami seseorang. 

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Murray Stein, MD dari University of California San Diego dan VA San Diego Healthcare System, menganalisis sampel DNA dari lebih dari 33.000 tentara yang berpartisipasi dalam Army Study To Assess Risk and Resilience in Service (STARRS) untuk studi tersebut. 

Peserta mengisi kuesioner insomnia singkat berdasarkan kriteria DSM-5 untuk insomnia kronis untuk mengetahui apakah mereka memiliki gangguan insomnia. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa insomnia memiliki basis parsial dan dikaitkan dengan mutasi genetik pada kromosom tujuh. Para peneliti juga menemukan korelasi genetik antara gangguan insomnia dan gangguan kejiwaan dan fisik lainnya. 


(Baca juga: 6 Langkah Menangkal Insomnia)


(Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Molecular Psychiatry, para periset memastikan bahwa insomnia bersifat turun-temurun dan menemukan mutasi genetik mungkin bertanggung jawab atas insomnia yang dialami seseorang. Foto: Ben Blennerhassett/Unsplash.com)

Setiap orang pasti pernah mengalami insomnia jangka pendek yang berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu dan seringkali disebabkan oleh stres atau peristiwa traumatis. "Tapi ada beberapa orang yang menderita insomnia jangka panjang (kronis) yang bisa berlangsung selama satu bulan atau lebih," menurut Mayo Clinic.

Jika Anda memiliki gejala insomnia seperti tidak dapat tidur, mudah merasa lelah pada siang hari, sulit memperhatikan atau fokus, kekhawatiran terus-menerus tentang tidur, dan mudah tersinggung, depresi, atau kegelisahan yang berdampak negatif pada kehidupan Anda, Mayo Clinic merekomendasikan untuk menemui dokter.

Kabar baiknya adalah bahwa para peneliti mengatakan temuan ini dapat membantu mereka mengembangkan terapi yang ditargetkan untuk mengobati insomnia di masa depan.










(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id