Depresi, Salah Satu Penyebab Tidur Berlebihan

Raka Lestari 08 Agustus 2018 07:00 WIB
tips kesehatan
Depresi, Salah Satu Penyebab Tidur Berlebihan
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Kurang tidur menjadi masalah umum yang kerap dialami banyak orang. Namun, tak sedikit pula yang mengalami kelebihan tidur atau hypersleep. 

"Tidur merupakan pengalaman sensorik vital yang memungkinkan tubuh seseorang mengisi ulang energi dan memulihkan diri dari ketegangan mental dan fisik," ujar sleep expert Dr Michael Breus Ph.D dalam edukasi kesehatan yang berlangsung di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Menurut Dr Breus, hypersomnia atau hypersleeping biasanya terjadi karena beberapa pemicu. 


"Hypersomnia atau hypersleeping bisa terjadi karena sesuatu yang disebut narkolepsi, semacam brain disorder atau terdapat masalah pada bagian otak. Atau bisa juga terjadi karena depresi sehingga seseorang ingin tidur terus menerus atau bisa juga terjadi karena adanya masalah tidur lain yaitu sleep apnea."

Hypersleep bisa diobati tergantung penyebabnya. 

"Terdapat beberapa jenis pengobatan yang berbeda-beda untuk mengatasinya, jika penyebabnya adalah karena narkolepsi, biasanya dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan secara medis. Sedangkan untuk sleep apnea bisa diatasi dengan menggunakan mesin yang bisa membantu kita untuk bernafas ketika tidur, dan untuk depresi bisa diatasi dengan melakukan obat-obatan dan terapi," tutup Dr Breus. 

Lihat video:






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id