Kemasan obat sudah memuat informasi mengenai obat, namun tulisan mengenai informasi obat biasanya berukuran kecil. (Ilustrasi/Pexels)
Kemasan obat sudah memuat informasi mengenai obat, namun tulisan mengenai informasi obat biasanya berukuran kecil. (Ilustrasi/Pexels)

Mahasiswa di Malang Buat Aplikasi Informasi Obat

Rona beli obat secara online
K. Yudha Wirakusuma • 24 Desember 2019 17:02
Malang: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat aplikasi Sistem Pintar Informasi Obat atau SIPINO (Sistem Pintar Informasi Obat). Aplikasi ini untuk memudahkan warga mengakses informasi mengenai obat-obatan.
 
"Tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap obat-obatan harus menjadi perhatian
serius. Sebab beberapa obat resmi yang dijual bebas di pasaran masih memiliki informasi yang kurang, bahkan sangat minim," kata Oktario Aldila Fachri, mahasiswa yang ikut membangun SIPINO, seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Desember 2019.
 
Oktario mengatakan kemasan obat sudah memuat informasi mengenai obat, namun tulisan mengenai informasi obat biasanya berukuran kecil, sehingga sulit dibaca. Bersama dua kawannya, Oktario ingin memudahkan pengguna membaca informasi mengenai obat-obatan dengan aplikasi berbasis Android.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu memungkinkan pengguna mengetahui informasi obat secara jelas dengan memindai gambar kemasan. Teknologi untuk menunjang pembuatan aplikasi ini adalah pada proses penangkapan citra gambar dengan menggunakan teknologi  Optical Character Recognition (OCR).
 
"Selanjutnya diterapkan pada perangkat ponsel pintar Android melalui Tensorflow, sebuah perangkat lunak kerangka bantu untuk pengolahan gambar dari hasil penangkapan citra yang didapat dari perangkat ponsel," terangnya.
 
Oktario mengatakan, kemampuan membaca dan memahami resep serta informasi pada kemasan obat merupakan bagian dari literasi kesehatan. Warga dengan literasi kesehatan yang rendah cenderung sembarangan mengonsumsi obat-obatan.
 
"Untuk mendukung peningkatan literasi kesehatan dan produk terkait obatan-obatan di Indonesia, dapat dilakukan dengan penyampaian informasi secara mudah dan cepat menggunakan informasi yang sudah didapatkan melalui web resmi milik lembaga negara,
yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan. Aplikasi kami mempermudahnya,"
ucap Oktario.    
 
Banyak orang telah menggunakan smartphone sebagai alat yang membantu kehidupan sehari-hari. Ini adalah peluang untuk mengembangkan informasi terkait obat-obatan agar mudah diakses oleh masyarakat dengan mengintegrasikan sistem informasi (daring) milik BPOM yang dapat diakses publik dengan smartphone," jelasnya.
 
Oktario membuat aplikasi SIPINO bersama Kharisma Muzaki Ghufron dan Rahmah Hutami Ramadhani. Dia berharap aplikasi tersebut bisa membantu warga mengakses berbagai informasi seputar obat-obatan dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif