NEWSTICKER
Jika terjadi jerawat jangan sampai didiamkan harus diobati kumannya. (Ilustrasi/Pexels).
Jika terjadi jerawat jangan sampai didiamkan harus diobati kumannya. (Ilustrasi/Pexels).

Apakah Stres bisa Menyebabkan Jerawat?

Rona stres jerawat
Raka Lestari • 17 Januari 2020 18:12
Jakarta: Stres memiliki dampak buruk tidak hanya bagi mental, tetapi juga bagi fisik atau tubuh seseorang. Salah satunya adalah jerawat pada wajah.
 
Meskipun memang jerawat pada wajah juga bisa disebabkan karena kebiasaan membersihkan wajah yang kurang baik, tetapi stres juga bisa memicu terjadinya jerawat.
 
“Sebenarnya semua berhubungan kalau kita ngomongin jerawat ada beberapa penyebab jerawat yang harus kita hilangkan,” ujar dr. Indah Widyasari, SpKK, Dokter kulit dan kecantikan dalam acara Peluncuran Wardah White Secret Series, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama adalah produksi kelenjar minyak. “Faktor apa saja yang membuat kelenjar minyak menjadi hiperaktif mulai dari makanan, hormon, itu harus dikurangi. Kalau untuk makanan berarti harus mengurangi makanan yang berminyak atau yang terlalu manis dan yang kandungan kalorinya tinggi,” ujar dr. Indah.
 
Faktor selanjutnya menurut dr. Indah adalah karena adanya kuman dan bakteri di permukaan kulit. “Ketiga adalah kulit mati yang menumpuk sehingga minyak tidak bisa keluara sehingga menyumbat, jadilah komedo, dan kemudian jerawat,” tambah dr. Indah.
 
“Kalau stres, menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang memicu daya tahan tubuh. Tentu hal tersebut akan memicu peradangan. Keempat proses ini penting untuk dirawat. Dan biasanya kalau sudah jerawat, pasti juga gampang stres karena jerawat. Itulah yang semakin memicu terjadinya jerawat yang meradang ,” tutur dr. Indah.
 
Menurut dr. Indah, jika terjadi jerawat jangan sampai didiamkan begitu saja. “Ingat, jangan sampai didiamkan saja. Harus diobati kumannya itu. Jerawatnya harus dihilangkan, proses peradangan pada kelenjar minyaknya juga bisa dihilangkan dengan obat-obatan atau krim topical,” terangnya.
 
Bahkan ia juga menyarankan untuk mengonsumsi obat minum juga selain obat yang dioleskan pada jerawat. “Jadi, parallel obatnya tidak hanya obatnya saja atau krim saja tetapi keduanya. Kemudian jika menggunakan skincare saja, tapi mengalami stres itu juga biasanya jerawat akan tetap muncul saja,” tutup dr. Indah.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif