Anak-anak tak lagi boleh membawa makanan dan minuman manis yang seringnya tersedia dalam bekal makan siang mereka. (Foto ilustrasi: Pragyan Bezbaru/Pexels)
Anak-anak tak lagi boleh membawa makanan dan minuman manis yang seringnya tersedia dalam bekal makan siang mereka. (Foto ilustrasi: Pragyan Bezbaru/Pexels)

2022, Sekolah di London Bebas Gula

Rona diabetes pada anak
Dhaifurrakhman Abas • 13 Juni 2019 07:04
Seiring banyaknya anak yang mengalami kerusakan gigi, membuat London memerangi makanan manis. Anak-anak tak lagi boleh membawa makanan dan minuman manis yang seringnya tersedia dalam bekal makan siang mereka.
 
Jakarta:
Setiap sekolah di London direncanakan terbebas dari gula pada 2022. Hal ini karena tingginya masalah kesehatan gigi yang menimpa anak-anak di London.
 
Menurut London Assembly Health Committee, satu dari empat anak di London menderita kerusakan gigi pada usia lima tahun. Bahkan kasus lebih parah dengan angka yang tinggi terjadi di beberapa daerah lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gula adalah salah satu penyebab terbesar," kata juru bicara London Assembly Health Committee, seperti dikutip Times of India.
 
Salah satu tindakan pencegahan utama yang tercantum dalam laporan ini adalah membuat semua sekolah di London bebas gula pada 2022. Artinya, anak-anak tak lagi boleh membawa makanan dan minuman manis yang seringnya tersedia dalam bekal makan siang mereka.
 
"Tidak lagi ada manis, keripik, atau cokelat dalam paket makan siang," sambung juru bicara tersebut.
 
Meski begitu, hingga kini Departemen Pendidikan Inggris masih mengizinkan sekolah di sana menyajikan makanan manis saat makan siang. Termasuk makanan penutup, kue, dan biskuit. Namun, sudah banyak sekolah di London yang secara sukarela menjadi bebas gula.
 
Melansir Times of India, beberapa sekolah bahkan telah melangkah lebih jauh. Pihak sekolah melarang kehadiran semua minuman berkarbonasi, dengan atau tanpa gula. Mereka hanya membolehkan siswa membawa air mineral sebagai gantinya.
 
Selain itu beberapa sekolah juga menyerukan aturan wajib sikat gigi di sekolah kepada para siswanya. Aturan ini berlaku tegas. Beberapa sekolah bahkan tak segan mengawasi murid setiap kali menjalankan aturan wajib sikat gigi tersebut.
 
Beberapa sekolah juga mengimbau agar setiap anak berkunjung ke dokter gigi pada usia satu tahun. Mereka juga meminta Walikota London Sadiq Khan berpartisipasi dalam proyek pencegahan obesitas pada anak tersebut.
 
Sekadar informasi, sebuah penelitian dari JAMA Network mengungkapkan terkait gula yang cukup mengerikan. Hasil penelitian menyebut, orang yang gemar mengonsumsi produk minuman mengandung gula berisiko mengalami kematian dini.
 
Penelitian mengatakan bahwa minuman tersebut memicu seseorang terserang permasalahan kardiovaskular. Bahkan, efek berbahaya dari gula ini juga ditemukan dalam jus alami dalam kemasan.
 
"Efeknya serupa dengan gula yang terkandung dalam soda dan minuman manis lainnya," kata Jean A. Welsh, rekan penulis studi dan asisten profesor di Departemen Pediatri di Universitas Emory, Atlanta.
 
Lebih lanjut, Welsh menganjurkan warga Amerika menghentikan kebiasaan mengonsumsi gula. Ini sehubungan dengan peringatan tentang bahaya penyakit kardiovaskular yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat.
 
Sebanyak tujuh kota AS, termasuk New York dan yang terbaru Philadelphia, membatasi minuman manis dengan mencanangkan kebijakan pemungutan pajak untuk setiap minuman manis yang diproduksi.
 
Kebijakan ini juga diterapkan dengan maksud mengurangi risiko obesitas dan diabetes yang kini marak menyerang anak-anak.
 
Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif