Pilihlah buah yang mengandung indeks glikemik rendah seperti apel, jeruk, pir untuk mendukung kesehatan sel tubuh selama puasa. (Foto: Pexels.com)
Pilihlah buah yang mengandung indeks glikemik rendah seperti apel, jeruk, pir untuk mendukung kesehatan sel tubuh selama puasa. (Foto: Pexels.com)

Cara Penuhi Gizi Seimbang Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Rona puasa gizi covid-19
Raka Lestari • 23 April 2020 17:34
Jakarta: Selama bulan Ramadan, penting sekali untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Akan tetapi, di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini tentu memenuhi gizi seimbang saat berpuasa mungkin tidak mudah dikarenakan adanya banyak keterbatasan seperti anjuran untuk berada di rumah saja.
 
“Gizi seimbang yang dimaksud yaitu yang mengandung gizi makronutrien karbohidrat, protein, lemak dan mikronutrien (vitamin, mineral) yang diberikan secara bervariasi ke dalam menu makan saat berpuasa,” ujar dr. Adeline Devita, seorang Praktisi Kesehatan, pada acara KULWAP bersama KALCare, Kamis, 23 April 2020.
 
Ia menambahkan bahwa bagi penderita diabetes, asupan karbohidrat sebesar 46-65 persen dari total asupan kalori. Penderita diabetes juga dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau gandum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain karbohidrat, protein juga sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan sel tubuh. “Sumber protein yang baik untuk adalah ikan, udang, cumi, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu, dan tempe,” ujar dr. Adeline.
 
“Lemak juga diperlukan tubuh sebagai cadangan sumber energi. Batasi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti daging berlemak. Kelebihan lemak pada menu makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” tambah dr. Adeline.
 
Kemudian yang tidak boleh terlupakan adalah pentingnya memenuhi kebutuhkan vitamin dan mineral. Menurut dr. Adeline, pemenuhan vitamin dan mineral bisa didapatkan dari sayur dan buah. “Pilihlah buah yang mengandung indeks glikemik rendah seperti apel, jeruk, pir,” saran dr. Adeline.
 
Dan jika ingin mengonsumsi suplemen, dr. Adeline menyarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. “Mengenai suplemen boleh ditambahkan, namun harus dikonsultasikan kembali kepada dokter yang menangani diabetesi secara langsung karena kondisi setiap orang berbeda-beda,” tutup dr. Adeline.
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif