American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 100 mg kafein per hari. (Foto: Pexels.com)
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 100 mg kafein per hari. (Foto: Pexels.com)

Studi Mengenai Konsumsi Kopi pada Anak dan Dewasa Muda

Rona kopi studi kesehatan
Raka Lestari • 09 September 2019 12:55
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 100 mg kafein per hari atau sekitar satu cangkir kopi per hari.
 

 
Jakarta: Minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi generasi dewasa muda. Tidak terkecuali remaja yang juga saat ini melakukan gaya hidup minum kopi di keseharian mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah laporan pada tahun 2017 dari National Coffee Association menemukan bahwa persentase warga Amerika yang berusia 13-18 tahun yang minum kopi setiap hari meningkat menjadi 37 persen, naik 14 poin dari tahun 2014.
 
Anak berusia 13 tahun yang minum kopi dan mengikuti gaya hidup orang dewasa mungkin terdengar sedikit keliru. Namun sebenarnya hal itu dapat memiliki manfaat.
 
Dikutip dari Time, studi terbaru menemukan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko seseorang untuk penyakit jantung dan kematian dini.
 
Penelitian juga menemukan bahwa kopi mengandung beberapa senyawa antioksidan, termasuk polifenol, yang tampaknya memiliki efek antiinflamasi yang sehat.
 
Tetapi beberapa minuman kopi paling populer saat ini justru banyak yang mengandung gula tinggi daripada kopi itu sendiri.
 
Markham Heid dalam "Should Parents Worry About Kids Drinking Coffee?" menyebutkan bahwa gula biasanya bahan yang sering digunakan untuk kopi jenis latte dan cappuccino, "Yang memang cukup banyak dipilih di gerai-gerai kopi," tambahnya lagi dalam laman yang sama.
 
Studi Mengenai Konsumsi Kopi pada Anak dan Dewasa Muda
(Jennifer Temple, seorang profesor dan direktur dari Nutrition and Health Research Laboratory di University at Buffalo mengatakan penelitian pada anak-anak dan kafein selama satu dekade, dan menemukan bahwa dalam jumlah moderat, yaitu sekitar satu kaleng soda hingga beberapa cangkir kopi tampaknya tidak memiliki efek buruk baik dari segi fisik atau mood. Foto: Pexels.com)
 
Pada umumnya, jumlah gula tersebut jauh melebihi maksimum 25 gr per hari yang disarankan oleh American Heart Association untuk orang yang berusia 18 tahun ke bawah.
 
"Kandungan gula yang berlebih tersebut dapat berdampak pada kesehatan, mulai dari meningkatkan risiko usia muda mengalami diabetes dan obesitas, dan mungkin juga untuk mengembangkan masalah perkembangan kognitif," tulisa Heid lagi.
 
Dan kemudian ada efek stimulasi dari kafein. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 100 mg kafein per hari atau sekitar satu cangkir kopi per hari.
 
"Kami melakukan penelitian pada anak-anak dan kafein selama satu dekade, dan kami menemukan bahwa dalam jumlah moderat, yaitu sekitar satu kaleng soda hingga beberapa cangkir kopi tampaknya tidak memiliki efek buruk baik dari segi fisik atau mood," kata Jennifer Temple, seorang profesor dan direktur dari Nutrition and Health Research Laboratory di University at Buffalo.
 
Ia juga menambahkan bahwa kafein yang dikonsumsi pada sore atau malam hari dapat mengganggu tidur para remaja.
 
"Remaja membutuhkan tidur yang lebih baik dibandingkan orang dewasa," katanya. "Dan mereka membutuhkan tidur untuk pertumbuhan yang baik dan kinerja akademis mereka. Anak-anak atau remaja tidak membutuhkan kafein," kata Temple. "Tapi apakah itu berbahaya? Jika mereka bisa tidur nyenyak, mungkin tidak," tutup Temple.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif