Anda pernah mendengar penyakit autoimun? Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
Anda pernah mendengar penyakit autoimun? Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)

Mengenal Penyakit Autoimun

Rona gaya autoimun
Raka Lestari • 01 November 2019 15:55
Jakarta: Beberapa waktu lalu kita mendengar kabar bahwa Ashanty menderita penyakit autoimun. Ia membagikannya dalam media sosialnya 8 Oktober 2019 lalu. Dikutip dari KBBI, autoimun berkaitan dengan penyakit yang disebabkan oleh reaksi antibodi terhadap zat yang muncul secara alami dalam tubuh.
 
Penyakit autoimun merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyerang sistem imun tubuh Anda. Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjaga dan melawan tubuh dari berbagai infeksi justru menyerang tubuh itu sendiri.
 
Menurut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi dan Imunologi di RS Pondok Indah – Pondok Indah menjelaskan bahwa penyakit autoimun adalah suatu gangguan kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi menyerang dan mengeliminasi kuman yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang sel-sel tubuh kita sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena ‘serangan’ sel-sel tubuh kita sendiri, akhirnya menimbulkan gejala sistemik yang melibatkan berbagai macam organ,” ujar Prof. Iris.
 
Mengenal Penyakit Autoimun
(Prof. Iris. menjelaskan bahwa pada dasarnya penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan sama seperti hipertensi ataupun diabetes. Namun penyakit autoimun dapat dikontrol dengan baik. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
Gejala penyakit autoimun sendiri sangat bervariasi. “Karena mayoritas penyakit autoimun sifatnya sistemik, tentu gejala yang timbul tergantung organ yang terkena. Jika organ yang terkena darah, maka sel darah merah dapat berkurang jumlahnya, timbul anemia, dan kita merasa mudah letih dan mengantuk. Jika organ yang terkena sendi, maka gejala yang timbul berupa nyeri dan bengkak pada sendi-sendi baik sendi kecil ataupun besar,” jelas Prof. Iris.
 
Pada kondisi yang berat, penyakit autoimun seperti Lupus bisa menyerang otak sehingga bisa timbul kejang, atau menyerang ginjal yang dapat menyebabkan ginjal mengalami kerusakan berat. Namun menrut Prof. Iris, penyebab penyakit autoimun sampai saat ini belum diketahui pasti (idiopatik). Namun, faktor individu dan lingkungan memerankan hal yang penting.
 
“Faktor individu dari kerentanan genetik dan diturunkan ke generasi berikutnya. Faktor lingkungan, seperti pola makan yang tidak sehat, stres psikologis, sampai intensitas bekerja yang berlebihan juga dapat mencetuskan munculnya penyakit autoimun pada individu yang rentan tersebut,” menurut dr. Iris.
 
Lalu apakah penyakit autoimun bisa disembuhkan? Prof. Iris menjelaskan bahwa pada dasarnya penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan sama seperti hipertensi ataupun diabetes. Namun penyakit autoimun dapat dikontrol dengan baik.
 
“Jika terkontrol baik, maka penderita autoimun akan tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari laiknya orang normal yang sehat.  Sehingga untuk mencapai tingkat kontrol yang baik, perlu usaha yang sungguh-sungguh, komitmen, dan ketelatenan dari penderita autoimun, seperti makan obat teratur, pola makan yang sehat dan olahraga yang cukup,” tukas Prof. Iris.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif