(Foto: Foxnews)
(Foto: Foxnews)

5 Makanan Perusak DNA

Rona kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 19 Juli 2016 15:39
medcom.id, Jakarta: Kerusakan DNA bisa terjadi akibat paparan polusi dan zat racun yang ditimbulkan oleh makanan. Pada beberapa tanaman seledri, misalnya, terkandung racun alami furocoumarins.
 
Masih banyak makanan yang mampu menghasilkan zat racun perusak DNA di dalam tubuh. Apa saja? Berikut, seperti dilansir Foxnews.
 
1. Timun pahit

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cucurbitacins adalah racun kimia natural yang bisa merusak DNA. Racun ini ditemukan pada beberapa jenis sayuran, seperti timun yang pahit. Jika Anda mengunyah timun yang rasanya pahit, padahal tumbuh secara alami, sebaiknya setop memakannya.
 
2. Kale, kubis Brussel, kembang kol, dan sawi
 
Goitrogen adalah jenis fitokimia yang sering ditemukan pada sayuran, seperti lobak dan sejenisnya. Goitrogen berpengaruh pada kerja tiroid untuk mengambil iodin. Hindari makan makanan jenis tersebut tanpa diolah. Memasak bahan makanan tersebut membantu mematikan goitrogen.
 
3. Kacang
 
Kacang mengandung aflatoksin, zat kimia yang memproduksi mikroba Aspergillus flavus dan beberapa senyawa alami karsinogenik penyebab kanker. Selain dapat menyebabkan kanker hati, aflatoksin juga dapat menyebabkan cacat lahir, dan langsung merusak DNA.
 
4. Apel yang sudah tidak segar
 
Patulin adalah salah satu jenis mitoksin, salah satu zat kimia yang diproduksi oleh jamu yang bisa menginfeksi dan mengkontaminasi makanan. Apel yang telah rusak sangat mudah terkena patulis.
 
5. Buah-buahan kering
 
Ockratoksin A yang merupakan bagian dari mitoksin juga dapat merusak DNA. Kimia ini ditemukan pada buah-buahan kering, apel yang rusak, dan sereal gandum yang dikemas secara tidak benar. Kimia ini juga terdeteksi pada susu formula bayi, sereal bayi, dan makanan bayi yang mengandung apel.
 
Jangan mengonsumsi jenis makanan yang sama terlalu banyak. Tubuh dan DNA pada dasaranya membutuhkan berbagai jenis makanan. Makan makanan yang sama membuat tubuh kekurangan nutrisi dan berisiko keracunan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif