NEWSTICKER
Tidak semua yang stres di usia ini akan mengalami depresi, tergantung dari kekuatan mental masing-masing. (Ilustrasi/Pexels)
Tidak semua yang stres di usia ini akan mengalami depresi, tergantung dari kekuatan mental masing-masing. (Ilustrasi/Pexels)

Gangguan Kesehatan Mental yang Sering Dihadapi Orang Dewasa

Rona stres kesehatan mental
Sunnaholomi Halakrispen • 22 Februari 2020 12:02
Jakarta: Orang yang berusia 25-35 tahun dikategorikan sebagai dewasa awal. Mereka rentan mengalami gangguan kesehatan mental di tengah menjalani hari-hari kehidupannya, dilihat dari ciri khas yang mereka miliki.
 
"Ciri khas dewasa awal adalah masa untuk memperluas jaringan relasi, membangun karir, dan bagi sebagian orang masa untuk membina rumah tangga," ujar Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi.
 
Hal-hal tersebut biasanya menjadi pemicu munculnya gangguan kesehatan mental. Sebab, kata Efnie, setiap tiap ciri khas tersebut memiliki tantangan masing-masing. "Jika stres tidak di atasi dan terus menumpuk (kumulatif) maka akan menjadi pemicu stres berat yang bisa saja berakhir pada depresi," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, tidak semua yang stres di usia ini akan mengalami depresi, tergantung dari kekuatan mental masing-masing," tambahnya.
 
Setidaknya, gangguan kesehatan mental terdiri ke dalam tiga kategori. Di antaranya, stres, gangguan kecemasan, dan depresi. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, ketiganya memiliki dampak yang hampir mirip.
 
Pada kategori stres, orang menjadi penyendiri dan enggan berinteraksi dengan orang lain, enggan makan atau makan secara berlebihan. Selain itu, marah-marah yang terkadang sulit dikendalikan, menjadi perokok atau merokok secara berlebihan, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, serta penyalahgunaan obat-obatan narkotika.
 
Sementara itu, rasa cemas pada orang normal biasanya timbul saat ada kejadian tertentu, misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja. Namun, bagi penderita gangguan kecemasan, rasa cemas kerap kali timbul pada tiap situasi.
 
Mereka akan sulit untuk merasa rileks, sering kali merasa takut, berkurangnya rasa percaya diri. Kemudian, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.
 
Sedangkan depresi memicu memberikan dampak terhadap kesehatan fisik. Di antaranya, gangguan tidur dan badan terasa lemah, berbicara atau bergerak menjadi lebih lambat, perubahan siklus menstruasi pada wanita, nafsu makan turun atau meningkat secara drastis, serta merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab.
 
Penyakit mental memang diyakini dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berisiko merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain. Bahkan, memengaruhi produktivitas keseharian. Sementara, orang yang memiliki mental sehat bisa mengoptimalkan potensi dirinya meski dikelilingi berbagai tantangan hidup.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif