Ilustrasi--(Foto: New Healthy Advisor)
Ilustrasi--(Foto: New Healthy Advisor)

Manfaat Kesehatan Essential Oils Disebut Belum Dapat Dibuktikan

Rona manfaat essential oil
Raka Lestari • 10 Oktober 2019 12:09
Jakarta: Essential oils atau minyak esensial sudah digunakan sejak zaman dahulu. Mulai dari penggunaan untuk salep obat, parfum, bahkan cairan untuk mumifikasi. 
 
Essential oils yang merupakan minyak yang berasal dari tanaman. Seperti lavender, mint, atau eucalyptus. Essential oils banyak dianggap memiliki efek menyembuhkan, sehingga akhir-akhir ini terjadi peningkatan terhadap jenisnya.
 
Essential oils sendiri bisa dioleskan langsung ke kulit ataupun dihirup. Dan setiap tanaman terikat dianggap memiliki manfaat kesehatan tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya peppermint diyakini dapat meningkatkan energi Anda, lavender dapat membantu Anda menenangkan Anda, melati dipahami dapat mengangkat suasana hati Anda. 
 
Beberapa aroma bahkan disebut-sebut mampu melawan gejala kanker, penyakit jantung, infeksi dan diabetes.
 
“Ada begitu banyak orang sakit, dan mencari hal-hal yang bisa membuat mereka merasa lebih baik dan sangat sulit untuk melupakan terapi sederhana dan alami seperti essential oils,” ujar  Felice Gersh, seorang ahli kandungan dan founder dari Integrative Medicine Group of Irvine, di California.
 
Dilansir dari Huffington Post, essential oils sendiri penggunaannya masih belum diatur oleh Food and Drug Administration (FDA). 
 
“Penelitian yang kami lakukan terhadap minyak seringkali didasarkan pada studi yang sangat kecil atau perancangan studi yang masih belum matang,” ujar Gary Soffer, direktur pelaksana program kedokteran integratif di Yale Cancer Center di New Haven, Connecticut. 
 
“Selain itu, sebagian besar penelitian klinis telah dilakukan pada tikus, bukan manusia. Jadi hanya ada sedikit bukti nyata dari semua manfaat kesehatan yang disebutkan,” katanya.
 
Fakta bahwa begitu banyak orang secara teratur menggunakan essential oils tanpa bukti risiko dan manfaatnya membuat beberapa ahli kesehatan khawatir. "Meluasnya penggunaan minyak esensial tanpa banyak bukti untuk mendukungnya tentu memprihatinkan," kata Soffer. 
 
“Meskipun secara umum penggunaan essential oils aman, namun tidak bijaksana jika menganggap bahwa essential oils tidak memiliki risiko apapun.”
 
Menurut Keith Humphreys, seorang psikiater di Stanford Health Care di Stanford, California menambahkan bahwa pada keberhasilan penggunaan essential oils ini lebih kepada efek placebo (sebuah pengobatan yang tidak berdampak atau penanganan palsu yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan).
 
“Di banyak kondisi, termasuk kecemasan, depresi, dan rasa sakit, ketika orang percaya sesuatu bermanfaat, mereka kadang-kadang benar merasakan manfaatnya,” tutup Keith.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif