Bagaimana menilai masalah pencernaan pada si kecil dari hasil BAB-nya? Simak informasinya. (Foto: Pexels.com)
Bagaimana menilai masalah pencernaan pada si kecil dari hasil BAB-nya? Simak informasinya. (Foto: Pexels.com)

Berapa Banyak yang Harus Anda Ketahui tentang Kotoran Si Kecil?

Rona gaya perkembangan anak
Medcom • 30 Oktober 2019 12:42
Jakarta: Siapa yang tidak ingin anaknya terhindar dari penyakit? Pastinya, setiap orang tua menginginkan hal tersebut. Sebisa mungkin orang tua akan menjaga kesehatan sang buah hati, mulai dari kebersihan, pola makan, hingga kesehatan pada pencernaan.
 
Pada masalah pencernaan Anda harus memerhatikan bentuk serta warna saat si kecil buang besar atau BAB. Apakah bentuk BAB-nya seperti kayu atau sosis bergelombang? Jika BAB-nya berentuk seperti itu dan terlihat keras, itu menunjukkan bahwa anak Anda mengalami sembelit.
 
Disamping itu, ada juga bentuk BAB anak yang menyerupai gumplan lembek, Seperti ular namun tipis atau es krim lembek yang sudah mencair itu menunjukkan pencernaan anak Anda baik-baik saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banyak orang tua yang berasumsi anak-anak yang BAB setiap hari tidak mengalami sembelit. Mungkin Anda tidak sadar bahwa keteraturan BAB adalah indikator sembelit yang jauh lebih kompleks daripada hanya sekedar frekuensi.
 
Bila Anda melakukan pencarian di Google dengan kata kunci "sembelit" Anda akan menemukan penjelasan paling umum "buang air besar kurang dari tiga kali per minggu". Tetapi penjelasan ini salah.
 
 Steve Hodges, M.D dalam "How Much Do You Really Need to Know About Your Kids' Poop?" dalam Parents memaparkan banyak anak yang mengalami sembelit setiap hari, jadi frekuensi bukanlah yang terpenting.
 
Untuk memantau BAB anak, Anda dapat memeriksa kotoran di dalam popok atau saat mengantarnya ke toilet. Selain itu, Anda dapat menggunakan bagan yang terdapat gambar lucu bentuk kotoran BAB dan tempelkan di dinding kamar mandi anak Anda.
 
Beritahu mereka untuk memeriksa sendiri dan membandingkan bentuk BAB dengan gambar yang tersedia. Jika anak Anda masih di bawah umur dan belum mengerti, lakukanlah pemeriksaan setelah buah hati selesai BAB.
 
Meurut Steve Hodges, M.D. mengukur BAB anak dapat menggunakan bagan dari skala 1 sampai 7. "Namun, biasanya orang-orang terpaku pada peringkat angka, karena pada kenyataannya yang terpenting adalah apakah bentuk BAB lembek atau keras."
 
Berapa Banyak yang Harus Anda Ketahui tentang Kotoran Si Kecil?
(Pada masalah pencernaan Anda harus memerhatikan bentuk serta warna saat si kecil buang besar atau BAB. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tidak perlu peringkat

Jadi mengapa sangat penting untuk memantau BAB anak Anda? Karena sembelit bukan hanya penyebab utama sakit perut pada anak-anak, tetapi salah satu penyebab anak mengompol, infeksi saluran kemih dan permasalahan BAB.
 
Sering kali sembelit tidak terdeteksi karena tanda-tandanya bisa tidak jelas dan tidak dikenal. Sebisa mungkin Anda menemukan apakah anak megalami sembelit, sebelum menjadi kronis.
 
Dapat dilihat saat mereka melakukan BAB, apakah mereka merasakan sakit perut yang berlebih atau merasa sakit saat mengeluarkan BAB. Jika sang anak mengalami hal tersebut, segeralah ambil tindakan.

Apa yang salah dengan BAB berbentuk?

Kotoran manusia tidak seharusnya menyerupai kielbasa Polandia atau sosis khas Polandia. Seharusnya bentuk kotorannya menyerupai bubur halus dan tidak keras. Biasanya anak-anak cenderung menahan BAB dan mengabaikan rasa sakit perut. Sehingga bentuk kotoran akan besar dan keras.
 
Hal ini akan memperburuk kandung kemih anak dan menyebabkan sembelit. Tumpukan BAB akan mendatangkan malapetaka, dubur akan terasa sakit saat mengeluarkan BAB. Karena tidak  dapat mengeluarkan secara efektif, sehingga menyebabkan kotoran tetap berada di rektum.
 
Rektum merupakan organ dalam, bagian dari ujung usus yang berfungsi untuk menampung sementara kotoran yang akan dikeluarkan melalui anus.
 
Hal yang harus dilakukan ketika anak sembelit
Sebagai orang tua penting memerhatikan kemungkinan gejala sembelit. Berilah makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran, usahakan mereka tetap aktif dan meminum banyak air putih.
 
Selain itu, tidak ada salahnya memberikan anak obat pencahar untuk membersihkan kotoran yang tidak keluar. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter khusus anak sebelum melakukan pemberian obat pencahar.
 
Melakukan pembersihan sekali tidaklah cukup. Rektum harus tetap bersih setiap harinya untuk menyusut kembali ke ukuran semula setelah mengalami sembelit pada anak Anda.
 

Siti Mazhidawati
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif