NEWSTICKER
    Sop Kambing, menjadi salah satu olahan kambing yang diminati oleh orang Indonesia (Foto: Bary Fathahilah/MI)
    Sop Kambing, menjadi salah satu olahan kambing yang diminati oleh orang Indonesia (Foto: Bary Fathahilah/MI)

    Hubungan Antara Kolestrol dengan Daging Kambing

    Rona idul adha Daging Kambing
    Raka Lestari • 17 Juli 2020 18:15
    Jakarta: Daging kambing merupakan salah satu jenis daging yang cukup sering dikonsumsi, terutama ketika memasuki Hari Raya Idul Adha. Biasanya daging kambing dibuat menjadi sate, gulai atau tongseng.
     
    Akan tetapi, banyak orang yang merasa takut mengonsumsi daging kambing berlebihan. Sebab daging yang satu ini kerap berkaitan dengan kolesterol.
     
    Menurut Ardy Brian Lazuardi, Master of Science in Nutrition and Health dari Wagening University, Belanda, pada dasarnya daging kambing itu sendiri tidak berbahaya. Namun memang masakan yang berbahan dasar daging kambing itu identik dengan santan, kecap, atau garam.

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


    Bahan-bahan yang ditambahkan dalam proses pemasakan daging kambing itulah yang berkaitan dengan kolesterol. Santan sendiri memiliki kandungan lemak yang tinggi, terutama lemak jenuh atau lemak jahat.
     
    "Tingginya konsumsi lemak jenuh berkaitan dengan peningkatkan kadar kolesterol yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Selain mengonsumsi lemak berlebihan berkaitan dengan masalah kegemukan yang meningkatkan risiko penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya,” tambah Ardy.
     
    Menurut dr. Franciscus Ari, Sp.Pd, dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang berolahraga merupakan faktor yang dapat meningkatkan kadar kolesterol seseorang. Tidak hanya karena daging kambing saja.
     
    “Bahayanya ketika kadar kolesterol Anda naik, biasanya tidak ada gejalanya. Risiko terjadinya kejadian yang fatal pun semakin meningkat,” ujar dr. Ari.
     
    Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berikut ini:

    1. Aktivitas fisik atau olahraga

    Aktivitas fisik yang disarankan meliputi program latihan yang mencakup setidaknya 30 menit dalam 4 sampai 6 kali seminggu. Kegiatan yang disarankan meliputi jalan cepat, bersepeda statis, ataupun berenang.

    2. Terapi nutrisi medis

    Anda disarankan mengonsumsi diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging tanpa lemak.

    3. Berhenti merokok

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa merokok memiliki efek negatif pada kadar HDL dan rasio LDL/HDL. Berhenti merokok minimal 30 hari dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan.

    4. Mengurangi asupan alkohol

    Mengurangi asupan alkohol dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL.
     
    Jadi, daging kambing sendiri pada dasarnya tidak menyebabkan kenaikan kolesterol. Cara pengolahan dan bahan-bahan yang digunakan dalam mengolah daging kambing merupakan hal yang harus diperhatikan, terutama bahan-bahan yang mengandung lemak tinggi.
     
    (FIR)


    social
    FOLLOW US

    Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

    Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

    unblock notif