Pakar Gizi, Pafitri SKM., RD mengatakan jika mengonsumsi makanan atau minuman dengan kalori yang tinggi bisa berisiko bagi kesehatan tubuh manusia. (Foto: Rosalind Chang/Unsplash.com)
Pakar Gizi, Pafitri SKM., RD mengatakan jika mengonsumsi makanan atau minuman dengan kalori yang tinggi bisa berisiko bagi kesehatan tubuh manusia. (Foto: Rosalind Chang/Unsplash.com)

Fakta Minuman Boba

Rona kesehatan minuman boba
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Februari 2020 09:00
Jakarta: Berdasarkan penelitian dan pengamatan, kalori dalam segelas bubble drink atau minuman boba bisa mencapai 600-800 kalori. Fakta tersebut disebabkan dari tingginya gula dan lemak, serta mengandung bahan-bahan tambahan yang tidak alami.
 
Padahal, jika mengonsumsi makanan atau minuman dengan kalori yang tinggi bisa berisiko bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satunya, diabetes, obesitas serta berbagai penyakit yang berkaitan dengan keduanya.
 
"Faktanya, gula membuat rasa nyaman, happy. Ini yang tanpa disadari sebagai pemicu kenapa orang suka yang manis-manis," ujar Pakar Gizi, Pafitri SKM., RD, di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, dari segelas minuman boba tersebut, bukan hanya gula yang membuat kalori tinggi. Melainkan, ada tambahan topping dan lain sebagainya. 
 
"Sehingga total kalorinya berlebih. Bahayanya ada. Pertama, dilihat dari penampakan tingkat ringan, over weight. Kemudian obesitas atau kelebihan berat badan tingkat berat," paparnya.
 
Fakta Minuman Boba
(Pakar Gizi, Pafitri SKM., RD mengatakan jika mengonsumsi makanan atau minuman dengan kalori yang tinggi bisa berisiko bagi kesehatan tubuh manusia. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Selain itu, fakta lain yang dinilai sering kali tidak disadari masyarakat ialah timbulnya addict atau ketagihan. Bahkan, bisa menjadi setiap hari mengonsumsi minuman tersebut.
 
"Berdasarkan penelitian, apabila konsumsi berlebihan, maka dipastikan dua gelas dalam takaran 500 ml, maka akan terkena penyakit sindrom metabolik. Jadi kelebihan berat badan hingga tingkat berat yaitu obesitas," tekannya.
 
Untuk mengukur kelebihan berat badan agar terhindar dari sindrom metabolik bisa mudah. Misalnya menjaga agar lingkar pinggang tidak lebih dari 80 sentimeter bagi wanita. Sedangkan untuk pria, lingkar pinggang tidak lebih dari 90 sentimeter. 
 
Jika Anda memang menyukainya, coba untuk mengurangi jumlah gulanya karena ada yang bisa diminta hingga less sugar atau 30 persen saja gula, atau tanpa gula sama sekali jika memang sedang diet. 
 
Seperti yang Yuli lakukan. Ia sadar akan makan sehat namun sesekali ingin juga merasakan minuman ala kekinian. Yang ia lakukan adalah tidak memakai gula sama sekali. "Aku concern terhadap sugar, jadi aku tetap ingin tahu minuman yang lagi trendi tapi no sugar," ungkap pemilik salah satu klinik kecantikan di bilangan Jakarta Pusat ini.
 
"Kalau mereka enggak bisa bikin yang no sugar biasanya aku enggak jadi beli. Atau change pilihan minuman saja," pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif