NEWSTICKER
Ilustrasi. (Foto: Pexels)
Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Perlukah Konsumsi Antibiotik saat Anak Flu?

Rona influenza
Sunnaholomi Halakrispen • 20 Februari 2020 16:04
Jakarta: Musim hujan kerap kali membuat daya tahan tubuh anak melemah dan berisiko rentan terkena flu. Pada kondisi tersebut, mungkin Anda berpikir untuk segera mengatasinya dengan mengonsumsi antibiotik.
 
Namun, nyatanya, antibiotik tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk pengidap flu maupun penyakit lainnya. Sebab, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk bisa mengonsumsi antibiotik dengan tepat. Setidaknya ada lima syarat yang harus diperhatikan dan dinilai.
 
"Syarat memberikan antibiotik. Pertama, suhu di atas 38,5 derajat celcius, nilainya satu. Kedua, kalau ada benjolan di leher, nilainya satu," ujar Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), selaku Konsultan Respirasi Anak di RSCM, di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, jika ada bintik-bintik putih di sekitar tenggorokan, nilainya satu. Syarat keempat, apabila kondisinya batuk dan pilek berarti disebabkan oleh adanya virus. Selanjutnya, berusia di antara 3-15 tahun.
 
"Kalau enggak ketemu empat dari lima ini, jangan dikasih antibiotik. Kalau sel darah putihnya naik, boleh kasih antibakteri atau antibiotik," jelasnya.
 
Ia menekankan, jika pemberian antibiotik tidak memenuhi setidaknya empat dari lima syarat yang dijelaskan itu, akan memberikan dampak buruk bagi penggunanya. Istilah lainnya, penggunaan antibiotik tidak sesuai kebutuhkan kondisi tubuh. "Daya tahan tubuh nantinya akan enggak bagus atau turun, akan sakit," paparnya.
 
Begitu pula ketika dokter memberikan antibiotik dengan dosis tertentu, pasien harus menghabiskan semuanya sesuai anjuran si dokter. Jika tidak sesuai, akan terjadi resistensi antibiotik.
 
"Misalnya, dikasih antibiotik harusnya untuk lima hari. Lalu, diminum sehari tiga kali tapi di hari kegita berhenti, karena merasa anaknya sudah sehat atau segar. Itu yang enggak boleh. Apalagi kalau obatnya disimpan dan diminum lagi nanti-nanti," tuturnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif