Kenapa Jerawat Tumbuh Subur saat Musim Dingin?

Dhaifurrakhman Abas 16 November 2018 15:22 WIB
kesehatan kulit
Kenapa Jerawat Tumbuh Subur saat Musim Dingin?
Kondisi musim dingin dapat menghadirkan beberapa tantangan tambahan. Semisal eksem, radang kulit dan pertumbuhan bakteri. (Foto: Robb Leahy/Unsplash.com)
Jakarta: Tidak banyak tumbuhan yang mekar ketika musim dingin tiba. Tetapi hal ini barangkali berbeda dengan jerawat Anda.

Studi di New England, Amerika Serikat pada 2015 menemukan ada peningkatan persentase pasien di rumah sakit yang mengeluhkan perkembangan jerawat ketika musim dingin. Keluhan pasien meningkat hingga 11 persen ketimbang saat musim panas dan gugur.

Salah satu alasan kulit Anda cenderung bertingkah ketika cuaca dingin disebabkan oleh sebum yang berlebihan. Sebum merupakan sejenis minyak yang dikeluarkan kelenjar kecil pada kulit.


Sebum juga turut berperan dalam membantu menjaga kulit tetap lembap dan kenyal. Tetapi ketika tubuh mengeluarkan sebeum berlebih dapat menyebabkan sel-sel di kulit Anda saling menempel.

"Ini dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan kulit berjerawat," Menurut dr Arielle Nagler, asisten profesor dermatologi di Langone Health, New York University seperti dinukil Time.com.

(Baca juga: Cara Mudah Mengempiskan Jerawat dalam 12 Jam)


(Studi di New England, Amerika Serikat pada 2015 menemukan ada peningkatan persentase pasien di rumah sakit yang mengeluhkan perkembangan jerawat ketika musim dingin. Foto: Annie Niemaszyk/Unsplash.com)

Sebeum sebetulnya ada di beberapa bagian kulit manapun. Tetapi minyak tersebut paling banyak ditemukan di zona T pada wajah yakni dahi, hidung, dan dagu. "Itulah sebabnya mengapa area ini rentan terhadap jerawat," ujar Nagler melanjutkan.

Musim dingin cenderung menjadi waktu paling kering sepanjang tahun. Ini menyebabkan kondisi kulit wajah menjadi kering sekaligus menghasilkan sebum dengan jumlah besar.

Dr Adam Friedman, seorang profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan George Washington University menambahkan, kondisi musim dingin dapat menghadirkan beberapa tantangan tambahan. Semisal eksem, radang kulit dan pertumbuhan bakteri.

"Beberapa bukti bahwa paparan cahaya ultraviolet memiliki efek baik pada produksi sel kekebalan tubuh. Namun saat musim dingin, ketika paparan sinar UV cenderung rendah, perubahan sistem bakteri dapat membuat jerawat merekah," ujar Friedman.

Untuk mencegah hal tersebut, Friedman, menyarankan penggunaan pelembap kulit bebas minyak. Pelembap tersebut efektif digunakan setelah Anda membasuh kulit wajah dengan air bersih.

"Oleskan ke kulit lembap tepat setelah Anda selesai mandi. Pelembap dapat mengunci kelembapan dan mencegah kulit Anda bereaksi berlebihan terhadap tekanan cuaca musim dingin yang kering."

"Juga jangan lupa gunakan syal atau beberapa bentuk perlindungan lainnya saat Anda berada di luar ruangan," pungkas Friedman.





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id