NEWSTICKER
Ilustrasi. (Foto: Pexels)
Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Dampak Covid-19, Sejumlah Destinasi Pariwisata di Jakarta Ditutup

Rona wisata jakarta covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 21 Maret 2020 09:23
Jakarta: Penyakit covid-19 (new coronavirus) telah mewabah di beberapa daerah di Indonesia. Agar dapat menekan jumlah penyebarannya, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian. Sejumlah destinasi pariwisata di Jakarta pun ditutup.
 
"Mengingat penyebaran covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia kepada Medcom.id.
 
Penutupan tersebut akan berlangsung sejak Senin, 23 Maret 2020 sampai dengan Minggu, 5 April 2020. Keputusan ini, kata Cucu, menindaklanjuti instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengimbau kepada penyelenggara kegiatan MICE, ballroom hotel, dan balai pertemuan, untuk menunda penyelenggaraan event dan atau kegiatan sampai batas waktu yang ditentukan," tuturnya.
 
Destinasi pariwsata dan ekonomi kreatif di Jakarta yang akan ditutup mencakup klab malam, diskotek, pub atau musik hidup, karaoke keluarga. Selain itu, karaoke executive, bar atau rumah minum, griya pijat, spa, bioskop.
 
Kamudian, bola gelinding, bola sodok, mandi uap, seluncur, serta arena permainan ketangkasan manual mekanik atau elektronik untuk orang dewasa. Selain penutupan, Cucu juga mengimbau agar pihak industri pariwisata dan ekonomi kreatif di DKI Jakarta memerhatikan lingkungan usaha mereka.
 
"Kegiatan penyelenggaraan industri pariwisata diimbau untuk melakukan pembersihan pada lingkungan dan lokasi usaha masing-masing menggunakan pembasmi kuman," jelasnya.
 
Sementara itu, pasien positif covid-19 di Indonesia mencapai 369 kasus. Kasus paling banyak terdapat di Jakarta, yakni sebanyak 215 kasus, dengan 18 kasus kematian, dan 14 kasus yang dinyatakan sembuh. Angka tersebut berdasarkan data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto per Jumat, 20 Maret 2020.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif