Ada dua kemungkinan ketika virus HPV masuk ke dalam tubuh, yaitu hilang sendiri karena kekebalan tubuh yang prima; dan berkembang menjadi kanker serviks. (Foto: Averie Woodard/Unsplash.com)
Ada dua kemungkinan ketika virus HPV masuk ke dalam tubuh, yaitu hilang sendiri karena kekebalan tubuh yang prima; dan berkembang menjadi kanker serviks. (Foto: Averie Woodard/Unsplash.com)

Virus HPV Bisa Menempel pada Mulut dan Tangan

Rona kesehatan kanker serviks
Sri Yanti Nainggolan • 19 Januari 2018 18:55
Jakarta: Human papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker leher rahim atau serviks. Salah satu penularan dari virus ini adalah melalui hubungan seksual.
 
Ternyata, virus tersebut juga bisa menempel di bagian tubuh lain seperti tangan dan mulut.
 
Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, Prof. dr. Andrijono SpOG (K) pernah melakukan riset sederhana untuk melihat apakah virus bisa berkembang di tempat lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ternyata, ditemukan virus HPV di tangan dan mulut pada 20 persen pasien kanker serviks," tukas Prof. Andri dalam diskusi Forum Ngobras, Jumat 19 Januari 2018.
 
Virus HPV Bisa Menempel pada Mulut dan Tangan
(Human papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker leher rahim atau serviks. Salah satu penularan dari virus ini adalah melalui hubungan seksual. Ternyata, virus tersebut juga bisa menempel di bagian tubuh lain seperti tangan dan mulut. Foto: Maranatha Pizarras/Unsplash.com)
 
(Baca juga: 5 Tanda Kanker Serviks yang Harus Diketahui Wanita)
 
Kemungkinan, menurutnya, pasien tidak bersih dalam mencuci tangan dan kuman tersebut masuk ke dalam mulut saat sedang makan menggunakan tangan.
 
Artinya, virus tersebut bisa juga menyebar dengan cara lain selain hubungan seksual, seperti seks oral atau menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus.
 
Ada dua kemungkinan ketika virus HPV masuk ke dalam tubuh, yaitu hilang sendiri karena kekebalan tubuh yang prima; dan berkembang menjadi kanker serviks.
 
Kanker serviks adalah kanker kedua tertinggi di Indonesia. Beberapa gejalanya adalah ada benjolan di leher rahim, keputihan, berdarah saat berhubungan seks, dan bau di daerah intim.
 

 

 



 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif