Jakarta: Peringatan bahaya pada kemasan rokok tampaknya ampuh dalam mengurangi ketertarikan seseorang untuk merokok. Semakin besar gambar yang tertera pada kemasan rokok membuat orang menjadi lebih peduli pada kesehatannya.
Hal itu diungkapkan melalui sebuah studi dari University of Stirling di Skotlandia. Dalam studi tersebut, tim peneliti menganalisis perbedaan pengaruh peringatan kesehatan pada kemasan rokok polos dengan kemasan rokok yang memiliki desain rokok.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Peringatan dengan gambar lebih besar membuat orang sadar tentang arti bahaya merokok. Dan berhasil membuat perokok berpikir untuk berhenti," kata Crawford Moodie, yang merupakan pemimpin penelitian tersebut melansir Times of India.
Moodie bilang hal itu terjadi karena peringatan bahaya rokok dilihat secara terus-menerus oleh para perokok. Apalagi ketika desain peringatan bahaya merokok ditampilkan pada kedua sisi kemasan produk.
“Perokok cenderung melihat peringatan itu secara konsisten. Membuat mereka berpikir untuk berhenti merokok,” ujar Moodie.Baca juga: Efek Mendengar Musik Ketika Bekerja
Untuk penelitian ini, tim penelitian melakukan survei terhadap 1.865 perokok yang berusia 16 tahun ke atas. Studi tersebut juga membuktikan bahwa para perokok mengabaikan peringatan bahaya rokok pada desain yang kecil.
Hal ini diamini oleh George Butterworth. Senior Policy Manager di Cancer Research Inggris itu mengaku bahwa perokok yang membeli rokok dengan kemasan peringatan lebih besar, cenderung memperhatikan dan membaca peringatan dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah membeli kemasan tersebut.
"Studi ini menambah bukti bahwa kemasan standar mengurangi daya tarik produk tembakau," tandas Butterworth.
Seperti diketahui, rokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Produk tersebut berbahaya lantaran sudah terbukti menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti jantung koroner, kanker paru, penyakit paru obstruktif dan stroke.
Bukan hanya rokok tembakau, menggunakan rokok elektrik yang awalnya dianggap sebagai solusi untuk berhenti menggunakan rokok tembakau juga bukanlah pilihan tepat. Penggunaan rokok elektrik secara signifikan justru menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
Hal ini diungkapkan Mohinder Vindhyal, seorang peneliti dari University of Kansas. Melalui studinya, orang yang mengonsumsi rokok elektrik berisiko menderita depresi, kecemasan, dan masalah emosional hingga dua kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
