"Mulai dari angkak, obat tradisional China, minuman isotonik, jus jambu, hingga ubi jalar, semua itu masih tergolong pengobatan herbal yang memerlukan uji klinis," kata Dr Adityo Susilo, SpPD, dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Ilmu penyakit Dalam FKUI RSCM beberapa waktu lalu.
"Jadi, semua itu memang belum teruji secara medis hingga kini," katanya. Dr Adit mencontohkan jus jambu, sebagai dokter yang menangani pasien DBD, dirinya tentu mengejar kemampuan pasien untuk minum banyak cairan. "Maka, kami katakan jus jambu bagus bagi pasien. Mereka pun akan percaya dan meminum banyak cairan baik dalam bentuk jus jambu atau minuman isotonik," ucapnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pasalnya, cairan memang sangat penting untuk penyembuhan efektif pasien. "Tapi bila ditanya apakah efektif secara medis, saya jawab tidak karena belum teruji klinis. Sebagai dokter, kami tentu tidak bisa memberikan saran kepada pasien bila tidak paham apa risiko dan efek sampingnya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
