Etiket batuk dan bersin mengacu pada praktik kebersihan sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk mencegah penularan infeksi pernapasan. (Ilustrasi/pexels)
Etiket batuk dan bersin mengacu pada praktik kebersihan sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk mencegah penularan infeksi pernapasan. (Ilustrasi/pexels)

Etika saat Batuk dan Bersin di Depan Umum

Rona influenza batuk
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Maret 2020 13:02
Jakarta: Bagaimana cara batuk dan bersin yang benar? Ini persoalan etika, sopan santun Anda terhadap orang lain. Bahkan lebih dari itu, memengaruhi kesehatan orang lain di sekitar Anda.
 
Dilansir dari Health Engine, etiket batuk dan bersin mengacu pada praktik kebersihan sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk mencegah penularan infeksi pernapasan. Misalnya, pilek dan flu.
 
Sangat penting bagi orang yang sakit flu atau pilek untuk berlatih etiket ini. Namun, infeksi seperti pilek dan flu dapat ditularkan bahkan sebelum gejala seperti sakit tenggorokan dan batuk memberi tahu Anda bahwa Anda sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jadi, bahkan ketika Anda benar-benar sehat, penting untuk berlatih etiket batuk dan bersin yang tepat. Ya, mulai dari sekarang.
 
Ketika seseorang dengan flu atau infeksi flu batuk atau bersin, mereka melepaskan tetesan pernapasan. Tetesan tersebut mengandung partikel virus flu dan flu yang dapat menyebabkan infeksi jika mereka memasuki saluran pernapasan orang lain. Misalnya, ketika mereka bersentuhan dengan hidung mereka.
 
Tetesan yang dilepaskan selama batuk dan bersin dapat terhirup. Selain itu, juga dapat mendarat di tangan seseorang atau permukaan keras di mana partikel virus dapat bertahan selama berjam-jam.
 
Jika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, partikel virus dapat ditransfer ke tangan mereka. Apabila seseorang menyentuh wajahnya dengan tangan yang terkontaminasi, itu dapat menyebabkan infeksi.
 
Tips sederhana bisa Anda terapkan, yakni menutup mulut dan hidung ketika hendak batuk/bersin. Gunakan tisu sekali pakai, bukan dengan tangan Anda. Setelanya, segera buang tisu itu, jangan sampai terhirup oleh Anda dan orang lain di sekitar Anda.
 
Pastikan tempat sampah tersedia sehingga tisu dapat dibuang. Jika Anda tidur dengan bersin terus-menerus, letakkan tempat sampah di samping tempat tidur Anda sehingga Anda tidak harus bangun untuk membuang tisu yang terkontaminasi itu.
 
Jika tidak ada nampan atau tempat sampah, gunakan kantong plastik untuk menyimpan tisu itu. Jika Anda batuk atau bersin ke permukaan yang keras seperti meja atau telepon, segera bersihkan dengan lap disinfektan sekali pakai untuk menghilangkan kuman yang telah terpapar.
 
Jika batuk atau bersin menyelimuti Anda dan tidak ada tisu atau kain yang tersedia, batuk atau bersinlah ke lengan atas baju yang Anda gunakan. Cara ini mencegah tangan Anda terkontaminasi virus atau flu.
 
Selain itu, pastikan tangan Anda dibersihkan secara higienis. Cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 15-20 detik setiap kali Anda batuk atau bersin. Cuci tangan Anda setiap kali Anda menyentuh benda yang terkontaminasi seperti tisu.
 
Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan produk pembersih tangan berbasis alkohol minimal 60 persen, misalnya hand sanitizer. Produk-produk ini juga efektif menghilangkan kuman atau virus flu dari tangan yang terkontaminasi.
 
Hindari juga menyentuh wajah menggunakan tangan yang terkontaminasi, misalnya terkena flu atau jika Anda baru saja menyeka hidung anak Anda yang sakit. Menyentuh wajah memungkinkan virus masuk ke selaput lendir hidung dan mata dan menyebabkan infeksi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif