Risiko lainnya jika tak disunat, maka sejumlah mukosa atau lapisan kulit dalam pada alat kelamin, mudah lepas. (Foto Ilustrasi: Aditya Pradana/Antara)
Risiko lainnya jika tak disunat, maka sejumlah mukosa atau lapisan kulit dalam pada alat kelamin, mudah lepas. (Foto Ilustrasi: Aditya Pradana/Antara)

Manfaat Sunat untuk Pria

Rona sunatan
Sunnaholomi Halakrispen • 25 Juni 2019 15:59
Sunat adalah memotong kelopak kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki. Biasanya karena tradisi agama yang telah turun menurun. Selain itu, sunat juga berguna buat kesehatan. Termasuk mengurangi risiko terkena virus HIV.
 

Jakarta: Konon, sunat bagi pria diwajibkan karena merupakan tradisi agama dan turun temurun. Namun, ada manfaat lain terkait sunat bagi pria. Yakni bermanfaat bagi kesehatan.
 
"Iya, pasti bermanfaat. Selain karena faktor agama untuk umat Islam, secara medis juga diperlukan," ujar dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS di Jalan Matraman Raya No. 45 Jakarta Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, dr. Mahdian, mengatakan bahwa apabila pria melaksanakan sunat, maka dapat mengurangi risiko adanya gangguan atau infeksi saluran kemih. Sebab jika tidak disunat, berpengaruh pada adanya bakteri pada area saluran kemih.
 
"Ada sel yang selalu mengonsumsi sperma dan kotor. Kalau mandinya kurang bersih dan pipis malas menyiram, maka tumpukan sperma itu akan mengkristal dan ada kumannya," paparnya.
 
Hal tersebut lebih berbahaya lagi untuk anak-anak. Karena anak-anak jarang terkontrol oleh orang tuanya perihal membersihkan tubuh. Terlebih pada area vital dan sensitif seperti alat kelamin.
 
Selain itu, menjalankan sunat bisa mengurangi risiko penyakit menular seksual. Misalnya HIV (Human Immunodeficiency Virus). Belum ada jaminan secara langsung, tetapi sempat dijelaskan dalam suatu penelitian.
 
"Ada riset bahwa pria yang disunat risikonya berkurang berapa persen terjadinya infeksi HIV dibandingkan pria yang tidak disunat. Ketika ada hubungan seksual, kulit akan bergesek-gesek dari bagian dalam," tutur dr Mahdian.
 
Risiko lainnya jika tak disunat, maka sejumlah mukosa atau lapisan kulit dalam pada alat kelamin, mudah lepas. Baik pada pria maupun wanita. Area itu pun menjadi mudah lecet dan luka.
 
"Di situlah kuman HIV itu menular. Kalau laki-laki disunat, kulit hanya ada di batang. Kulitnya bersih, sehingga gesekannya tidak terlalu berisiko lecet," pungkas dr. Mahdian.
 
Sementara itu, perlu diketahui bahwa rasa sakit ketika disunat biasanya disebabkan oleh anastesi, tersenggol, atau iritasi pada batang penis. Anak-anak akan merasa sakit luar biasa ketika bagian yang disunat tersenggol saat tidur.
 
Tradisi Unik Sunatan Anak Diiringi Kuda Kencak

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif