Mengapa Jerawat Tetap Muncul Meski Sudah Lewat Masa Remaja?

Sri Yanti Nainggolan 14 Juni 2018 17:00 WIB
kecantikan
Mengapa Jerawat Tetap Muncul Meski Sudah Lewat Masa Remaja?
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Banyak orang berpikir jerawat hanya tumbuh pada usia remaja. Faktanya, sebuah studi dari British Association of Dermatologists menemukan bahwa 54 persen orang dewasa Inggris masih mengalami masalah jerawat.

"Kita merasa tak senang dengan penampilan berjerawat, terbukti dari 19 persen orang merasa jerawat memberi efek negatif pada hubungan romantis," ujar John Anastasiou, pendiri Frezyderm.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 48 persen orang mengalami jerawat pada saat tertentu dalam hidup, dan 19 persen mengalaminya di atas usia 25 tahun.


Banyak orang mengklaim jerawat muncul setelah makan terlalu banyak cokelat atau makanan berminyak, padahal pemicunya adalah hormon.

"Pada dasarnya, semua jerawat adalah hormonal," kata dokter kulit konsultan di Skin55 dan penulis The Skincare Bible, Dr Anjali Mahto kepada Refinery29.

"Masalah kulit sering dikaitkan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehidupan seseorang, dan ada periode tertentu, yaitu pubertas, kehamilan, dan menopause, di mana hal ini berlaku secara khusus. Hormon dapat mendatangkan malapetaka pada kulit dalam cara yang agak tak terduga selama masa tersebut."

Hormon yang dikenal sebagai androgen (seperti testosteron) tersebut meningkatkan produksi sebum yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan bintik-bintik.

Kelenjar yang terkena jerawat sangat sensitif terhadap kadar hormon tertentu dalam darah normal, yang menyebabkan kelenjar menghasilkan kelebihan minyak. Pada saat yang sama, sel-sel kulit mati yang melapisi pori-pori tidak ditumpahkan dengan benar dan menyumbat folikel.

Setiap orang memiliki bakteri jerawat, tetapi pada orang tertentu, penumpukkan minyak dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal tersebut memicu peradangan dan pembentukan bintik-bintik merah atau nanah.

Dr Mahto mengatakan bahwa sekitar dua pertiga wanita yang menderita jerawat akan merasakannya semakin memburuk menjelang menstruasi karena kadar androgen lebih tinggi saat itu.





(DEV)