Mengonsumsi teh empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien. (Foto: Mareefe/Pexels)
Mengonsumsi teh empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien. (Foto: Mareefe/Pexels)

Studi: Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak

Rona tips kesehatan teh
Medcom • 18 September 2019 15:24
Jakarta: Teh menjadi minuman favorit di seluruh dunia selain kopi. Tak hanya itu, teh juga dapat memberikan efek positif meningkatkan suasana hati, para peneliti percaya minum teh juga bisa baik untuk otak Anda.
 
Menurut sebuah studi baru oleh National University of Singapore (NUS), peminum teh reguler memiliki wilayah otak yang lebih baik dibandingkan dengan peminum non-teh.
 
Wilayah otak yang lebih terorganisir dikaitkan dengan fungsi kognitif yang sehat, yang melindungi terhadap penurunan terkait usia. Konsumsi teh setiap hari dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua hingga 50 persen. Secara khusus, kebiasaan minum teh dapat bermanfaat bagi otak Anda seiring bertambahnya usia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah tim yang dipimpin oleh Dr. Feng Lei, asisten profesor di departemen kedokteran psikologis Fakultas Kedokteran NUS Yong Loo Lin, lebih jauh mengeksplorasi efek langsung teh pada jaringan otak. Penelitian ini dilakukan dari tahun 2015 hingga 2018.
 
Tim peneliti merekrut 36 peserta berusia 60 tahun ke atas dan mengumpulkan data tentang gaya hidup, kesehatan, dan kesejahteraan psikologis mereka. Para peserta juga harus menjalani tes neuropsikologis dan magnetic resonance imaging (MRI).
 
Setelah menganalisa kinerja kognitif dan hasil pencitraan peserta, tim peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi baik teh hijau, teh oolong, atau teh hitam setidaknya empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien.
 
"Ambil analogi lalu lintas jalan sebagai contoh, anggap wilayah otak sebagai tujuan, sementara koneksi antar wilayah otak adalah jalan. Ketika sistem jalan lebih terorganisir, pergerakan kendaraan dan penumpang lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit sumber daya. Demikian pula, ketika koneksi antar daerah otak lebih terstruktur, pemrosesan informasi dapat dilakukan dengan lebih efisien,” ujar Asst Prof Feng seperti dilansir Bustle.
 
Studi: Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak

"Menghabiskan seperempat abad minum teh adalah menghabiskan seperempat abad dengan cara baik"


Tentu, itu bukan manfaat kesehatan langsung dan itu membutuhkan komitmen waktu yang cukup intensif. Namun sepertinya menghabiskan seperempat abad minum teh adalah menghabiskan seperempat abad dengan baik.
 
Asisten Prof Feng menambahkan, pihaknya telah menunjukkan dalam penelitian sebelumnya bahwa penimum teh memiliki fungsi kognitif yang lebih baik, dibandingkan dengan peminum non-teh.
 
"Hasil kami saat ini terkait dengan jaringan otak secara tidak langsung mendukung temuan kami sebelumnya, dengan menunjukkan bahwa efek positif dari minum teh secara teratur adalah hasil dari peningkatan organisasi otak yang dihasilkan dengan mencegah gangguan pada koneksi antar wilayah," lanjutnya.
 
Di samping itu, manfaat teh bagi kesehatan juga tidak terbatas pada otak saja. Menurut Harvard Health, teh hijau mengandung zat kimia tingkat tinggi yang dikenal sebagai polifenol. Selain itu teh hitam dan merah juga mengandung polifenol, tetapi dalam kadar yang lebih rendah.
 
Polifenol adalah antioksidan, yang menetralkan bahan kimia bermasalah yang dikenal sebagai oksidan dan mungkin mencegah penyakit kardiovaskular. Lalu ada efek pengatur gula darah dari polifenol, yang bisa menghasilkan risiko diabetes yang lebih rendah.
 
Sandra Odilifia
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif