Gaya hidup memengaruhi daya ingat. (Ilustrasi/Pexels)
Gaya hidup memengaruhi daya ingat. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Gaya Hidup untuk Maksimalkan Daya Ingat

Rona alzheimer
Sunnaholomi Halakrispen • 01 Februari 2020 16:05
Jakarta: Gaya hidup memengaruhi daya ingat. Misalnya, diet Anda memiliki peran. Jika kolesterol, tekanan darah, serta gula darah Anda terlalu tinggi, pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak Anda bisa tersumbat atau rusak.
 
Dilansir dari WebMD, sebuah penelitian di Harvard menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak lemak jenuh yang biasa ditemukan dalam daging dan produk susu, melakukan lebih buruk pada tes memori. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang makan lebih sedikit lemak jenuh. 
 
Jika Anda mencoba membuat pilihan makanan yang lebih baik, pertimbangkan diet Mediterania. Cara makan ini fokus pada mengonsumsi ikan yang kaya omega-3, minyak zaitun yang menyehatkan jantung, dan banyak produk segar. Cara tersebut telah dikaitkan dengan melindungi pemikiran dan daya ingat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, latihanlah secara rutin. Ini merupakan hal baik yang juga baik untuk daya ingat dan tubuh Anda. Sebab, dapat meningkatkan aliran darah ke otak. 
 
Tipsnya, Anda harus menerapkan latihan selama 30 menit setiap hari. Anda perlu tidur teratur, yang selanjutnya membantu otak Anda mengarsipkan memori sehingga Anda dapat mengaksesnya nanti.
 
Apabila Anda merokok, berhentilah, karena merusak pembuluh darah. Jika Anda seorang peminum berat, ringankan asupan Anda. 
 
Penelitian menunjukkan, minum minuman keras akan mengacaukan ingatan Anda. Namun, minum moderat atau minum alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita atau dua gelas alkohol untuk pria, sebenarnya dapat melindunginya.
 
Sementara itu, slip ingatan memang semakin memburuk selama bertahun-tahun. Anda perlahan-lahan mulai kehilangan sel-sel otak mulai usia 20-an, dan bahan kimia tertentu yang dibutuhkan sel-sel ini juga menurun. Masuk akal bahwa ingatan Anda lebih tajam saat berusia 25 tahun daripada usia 55 atau 75 tahun.
 
Perubahan memori utama tidak selalu menandakan penyakit Alzheimer. Mereka dapat disebabkan oleh stroke, cedera kepala, kekurangan vitamin dalam diet Anda, atau masalah tidur. 
 
Mereka bahkan mungkin merupakan efek samping dari salah satu obat yang Anda gunakan. Jika ragu, temui dokter untuk mengatasinya. 
 
Ada tanda yang mungkin mengungkapkan masalah yang lebih serius. Contohnya, ketika seringkali setiap hari Anda lupa di mana tempat parkir kendaraan dan telah mengganggu kehidupan sehari-hari. 
 
Kemudian, pastikan apakah keluarga atau teman Anda memberi tahu bahwa Anda tidak yakin siapa seseorang yang pernah berbincang atau bertemu dengan Anda. Padahal, orang tersebut merupakan orang yang Anda kenal baik, seperti teman dekat atau saudara.
 
Selain itu, ketika Anda tinggal dengan seseorang yang kepribadiannya telah berubah atau tampak bingung, seperti dia tidak yakin di mana dia berada atau tahun berapa saat itu. Maka, segera kunjungilah dokter untuk berkonsultasi.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif