banner

Adakah Efek Negatif Jika Pria Tidak Disunat?

Sri Yanti Nainggolan 07 Desember 2017 20:03 WIB
tips kesehatan
Adakah Efek Negatif Jika Pria Tidak Disunat?
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sirkumsisi atau sunat sangat direkomendasikan di dunia kesehatan. Lantas, adakah efek negatif jika tak melakukannya?

Sunat merupakan pelepasan kulup atau kulit di ujung organ kelamin laki-laki, yang biasa disebut preputium.

"Dari sisi kesehatan, itu tak masalah, asalkan kebersihan dijaga," ujar dr Irfan Wahyudi dari RS Siloam Asri dalam edukasi kesehatan di Jakarta, Kamis 7 Desember 2017.


Ia melanjutkan, jika tidak disunat, kulup yang berhadapan dengan kepala penis bisa saling menempel dan menjadi sarang kuman. Akibatnya, akan muncul risiko infeksi hingga kanker penis bila tak segera ditangani.

Sunat bertujuan untuk membuat kebersihan bagian intim pria semakin terjaga. Pada dasarnya, preputium adalah bagian yang tertutup rapat yang bisa memicu penumpukan kotoran berupa bercak putih atau smegma.

"Penumpukan kuman tersebut bisa memicu iritasi yang semakin lama dapat merubah jaringan pada bagian tersebut dan menyebabkan kanker," tambah dr Irfan.

Di satu sisi, terkait penumpukan virus, sirkumsisi dapat membantu mengurangi tingkat penyakit HIV/AIDS. Bahkan, di Afrika, negara yang rentan mengalami penyebaran virus tersebut, dilakukan program sirkumsisi massal sebagai bentuk preventif.

"Pemotongan kulup bertujuan untuk membuang virus HIV yang bersarang di sana."





(DEV)