Polifenol kopi dikaitkan dengan pengurangan risiko sejumlah penyakit. (Foto: Rawpixels/Pexels)
Polifenol kopi dikaitkan dengan pengurangan risiko sejumlah penyakit. (Foto: Rawpixels/Pexels)

Diet Kopi, Amankah untuk Penurunan Berat Badan?

Rona gaya kopi
Anda Nurlaila • 23 Oktober 2019 08:00
Jakarta: Minum kopi hitam secara teratur dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh. Bahkan sebagian orang menyeruput kopi dengan alasan lain, yakni menurunkan berat badan atau dikenal dengan diet kopi.
 
Seorang ahli gizi, Cynthia Sass, mengatakan kopi bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Sehingga menikmati secangkir sebelum berolahraga dapat memberi kebugaran yang lebih baik.
 
Dalam buku The Coffee Lover's Diet 2017, penulis sekaligus dokter Bob Arnot mengatakan minumlah minimal tiga cangkir kopi setiap hari, karena kandungan antioksidan polifenolnya yang lebih tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polifenol kopi dikaitkan dengan pengurangan risiko sejumlah penyakit. Termasuk diabetes tipe 2 dan kanker tertentu. Faktanya, Anda dapat minum kopi sebanyak apa pun, baik kopi tanpa kafein atau kopi biasa selama minimum tiga cangkir.
 
Arnot menjelaskan kopi dapat mengurangi nafsu makan dan penyerapan lemak, meningkatkan metabolisme, sirkulasi, serta membakar lemak.
 
"Namun jangan memasukkan gula, krim, dan susu, terutama karena yang terakhir mengurangi penyerapan polifenol," katanya seperti dimuat dalam Health.
 
Secara khusus, Arnot merekomendasikan kopi dari daerah dataran tinggi dengan tanah vulkanik yang dekat garis katulistiwa. Sebab kopinya mengandung antioksidan paling banyak. Kopi asal Ethiopia, Kenya, Kolombia, dan Brasil berada di peringkat atas kandungan polifenol.
 
Terlepas dari asupan tiga cangkir harian, diet kopi mirip dengan rejimen penurunan berat badan lainnya. Yaitu menghindari karbohidrat olahan dan makanan olahan sambil mengikuti banyak prinsip diet Mediterania, dengan asupan kalori sekitar 1.500 per hari.
 
Jadi, apakah kopi benar-benar solusi untuk menurunkan berat badan dan mencegahnya? Manfaat yang didukung penelitian mungkin membantu penurunan berat badan. Namun ada beberapa poin penting.
 
Diet Kopi, Amankah untuk Penurunan Berat Badan?
Sebaiknya hindari minum kopi enam jam sebelum tidur. (Foto: Bruce Mars/Pexels)
 
Pertama, minum kopi terus menerus tanpa asupan nutrisi lainnya tidak akan membuahkan hasil. Mengganti makanan sehat dan camilan dengan kopi hitam dapat mengurangi nutrisi tubuh, menurunkan energi mental dan fisik Anda. Bukan hanya minum kopi, keseimbangan pola makan secara keseluruhan adalah merupakan kunci penurunan berat badan.
 
Bagi sebagian orang, kopi dapat memicu iritasi pencernaan, termasuk mulas, dan sakit perut. Terlalu banyak kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan kegelisahan, detak jantung yang cepat, dehidrasi, dan mengganggu tidur.
 
Sebaiknya hindari minum kopi enam jam sebelum tidur. Dan, perhatikan jika tubuh mengirim sinyal tanda asupan kopi berlebihan.
 
"Penting juga untuk mengonsumsi kafein dalam jumlah yang konsisten setiap hari. Ini membantu tubuh menyesuaikan diri, dan dapat mengimbangi efek diuretik kafein," kata Sass.
 
Jika Anda menyukai kopi tanpa kafein, Anda juga masih dapat merasakan manfaat polifenolnya. Intinya, kopi berguna bagi kesehatan tapi bukan satu-satunya.
 
"Jika mencoba menurunkan berat badan, Anda harus fokus pada gambaran yang lebih besar. Makan sehat dan seimbang, aktif bergerak, cukup tidur, dan mengelola stres masih merupakan pilar penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan," ungkap Sass.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif