"Kanker itu berasal dari genetik. Bukan berarti dari kluarga, tapi adanya perubahan dari gen kita. Dari zat kimia, merokok, dan sebagainya," ujar Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, selaku Ahli Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Tjikinii Lima Resto, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2020.
Ia memaparkan bahwa faktor risiko untuk terjadinya kanker ada penjabarannya. Salah satunya, dijabarkan American Cancer Society tahun 2012 yang mengeluarkan panduan untuk mengurangi faktor risiko kanker.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Pertama, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur. Latihan yang sedang sampai kuat dianjurkan dilakukan paling sedikit 30 menit hampir setiap hari. Kedua, menghindari berat badan berlebih dan kenaikan berat badan pada orang dewasa," tuturnya.
Kemudian, membatasi konsumsi alkohol. Juga mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta menghindari karbohidrat dan gula olahan.
Selanjutnya, mengganti daging merah dan produks susu dengan ikan, kacang dan polong-polongan. Pertimbangkan juga untuk mendapatkan suplementasi vitamin D3 1000 unit perhari saat sinar matahari berintensitas rendah.
"Jadi, menghindari faktor risiko bisa mengurangi kemungkinan kanker. Apakah suatu saat bisa dikatakan mencegah? Mungkin suatu saat bisa begitu. Karena industri makin banyak dan perubahan juga banyak," paparnya.
Belum dapat dipastikan tentang potensinya bisa berubah atau tidak. Namun, menerapkan gaya hidup sehat seperti yang telah dijabarkan, sehingga bisa mengurangi terpapar oleh kemungkinan faktor-faktor risiko kanker.
Kanker sendiri, sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor merupakan kanker. Tumor merupakan segala benjolan tidak normal atau abnormal.
Tumor dibagi dalam dua golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Perbedaannya, terdapat pada kemampuan tumor untuk melakukan penyebaran. Tumor jinak tidak pernah menyebar, sedangkan tumor ganas pasti akan menyebar.
"Sifatnya yang dapat menyebar menyebabkan tumor disebut ganas atau tumor ganas atau sering dikenal dengan nama kanker. Jadi semua kanker sifatnya ganas. Kanker terjadi karena proses yang panjang yang menyebabkan perubahan genetik dalam sel," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
