Jakarta: Kondisi tali pusar atau tali pusat menjadi hal yang sangat penting bagi kelahiran bayi. Tapi tenang saja, bayi yang terlilit tali pusat pun masih bisa dilahirkan secara normal.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Masih bisa normal. Tergantung lilitannya. Berapa kali lilitan dan kuatnya jerat lilitan. Selalu menilai kesejahteraan janin," ujar Dr dr Jo Edy Siswanto Sp.A (K) dari Rumah Sakit Royal Taruma kepada Medcom.id di Jakarta.
Hal tersebut penting untuk diperhatikan oleh sang ibu dan ayah. Sebab, jeratan dapat melibatkan juga pembuluh darah, termasuk daerah yang terlilit seperti biasanya daerah leher.
Akan terjadi hipoksia intra uterine, terjadi kegawatan janin yang awalnya ditandai dengan perubahan denyut jantung janin (DJJ). Sebelum mengetahui seberapa kuat jeratan lilitan tali pusar pada bayi, DJJ harus dipantau.
Untuk mengantisipasinya, bisa dideteksi dengan alat yang sederhana sampai canggih, yakni doppler atau tang sederhana stetoscope Laenec atau USG abdomen serial. Tindakan harus segera dilakukan ketika terjadi akselerasi atau DJJ meningkat.
"Diperiksa dengan alat CTG (Kardiotokografi). Bila terjadi kegawatan bisa deselerasi atau penurunan DJJ. Bila terjadi akselerasi di atas DJJ di atas 160, kewaspadaan harus ditingkatkan untuk kemungkinan dilakukan terminasi kehamilan (aborsi)," paparnya.
.jpg)
(Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan bahwa bayi yang terlilit tali pusat masih bisa dilahirkan normal. Dr. Jo menambahkan bahwa hal tersebut tergantung lilitannya, berapa kali lilitan dan kuatnya jerat lilitan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Bayi terlilit tali pusat harus dioperasi caesar jika...
Sementara itu, jika terjadi penurunan DJJ, segera lakukan operasi caesar bila belum ada tanda-tanda persalinan. Hal ini lantaran denyut jantung bayi merupakan perlambangan dari kesejahteraan janin."Normalnya antara 120-160. Bila kemudian disertai deselerasi penurunan di atas 120, ini merupakan indikasi terjadinya gawat janin dan perlu dilakukan caesar," imbuh Dr. Jo.
Sedangkan, ketika denyut jantung bayi berada di atas angka 160, ibu perlu dipantau dan dirawat. Misalkan dengan diberikan oksigen untuk mencegah terjadinya hipoksia atau kekurangan oksigen pada janin.
"Dipantau pula gerakan-gerakan janin. Untuk melihat kenungkinan indikasi cito caesar," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
