(Foto: Indian Express)
(Foto: Indian Express)

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Alzheimer

Rona alzheimer
Raka Lestari • 23 September 2018 17:22
Jakarta: Tidur merupakan istirahat terbaik setelah seharian beraktivitas. Sayangnya, tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan tidur dengan baik. Alasannya beragam, mulai dari insomnia dan kegemaran begadang. 
 
Baca: 4 Penyebab Insomnia Paling Umum
 
Namun, jangan sepelekan kebiasaan kurang tidur. Sebuah penelitian menunjukkan, kebiasaan buruk ini menjadi salah satu faktor alzheimer, bentuk demensia yang paling umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peneliti dari Johns Hopkins University menemukan bahwa mereka yang sering mengantuk sepanjang hari cenderung tiga kali lebih memiliki penumpukan beta-amyloid, yaitu protein yang terkait dengan risiko penyakit Alzheimer di masa mendatang dibandingkan orang yang tidak mengantuk di siang hari. 
 
Plak beta-amyloid biasanya terjadi karena gangguan tidur atau kurang tidur.
 
"Kami tidak dapat menyangkal bahwa plak amiloid yang terdapat pada penelitian tersebut merupakan penyebab kantuk," kata penulis utama Adam P. Spira, PhD, profesor di departemen kesehatan mental di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health seperti dilansir dari Reader's Digest. 
 
"Sampai saat ini memang belum ada obat untuk penyakit Alzheimer, jadi kami harus melakukan yang terbaik untuk mencegahnya," kata Spira.
 
Memprioritaskan dan memperbaiki kualitas tidur menjadi salah satu cara untuk mencegah dan memperlambat kondisi alzheimer.
 
Lihat video:
 


 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif