banner
Penderita Kanker Rentan Alami Depresi
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Post-traumatic stress disorder  (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami trauma. Studi dari Drexel University pada 2016 menemukan bahwa jumlah warga sipil yang menderita PTSD 13 kali lebih tinggi dari jumlah militer yang juga mengalami gangguan tersebut.

Studi terbaru dari Malaysia menyebutkan, seperlima dari 245 pasien kanker terdiagnosa PTSD dan sepertiga dari mereka  terus menunjukkan gejala gangguan tersebut setelah diagnosis awal dilakukan.

"Banyak pasien kanker percaya bahwa mereka perlu memiliki 'mentalitas pejuang' dan tetap positif serta optimis untuk mendapatkan kesempatan lebih baik untuk mengalahkan kanker mereka," ujar Caryn Mei Hsien Chan, peneliti dari studi tersebut kepada BBC.


Dia mengklaim bahwa mentalitas pejuang tersebut dapat membuat pasien tidak perlu mendapatkan bantuan untuk gangguan PTSD mereka, karena mengakui bahwa mereka menderita sama saja seperti mengakui kelemahan.

Namun, bukan berarti hanya orang dengan penderita kanker yang akan mengalami PTSD, trauma apapun dapat memicu PTSD, ujar Chan. Ia percaya bahwa harus adanya dukungan lebih kepada pasien penderita kanker bahkan setelah mereka selesai melakukan pengobatan dan mulai penyembuhan.





 



(DEV)