Medical Check-up (MCU) bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko ataupun penyakit yang ada dalam tubuh dan dapat segera diobati sehingga menambah kualitas hidup. (Foto: Pexels.com)
Medical Check-up (MCU) bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko ataupun penyakit yang ada dalam tubuh dan dapat segera diobati sehingga menambah kualitas hidup. (Foto: Pexels.com)

Pentingnya Melakukan Check-up pada Otak

Rona pemeriksaan otak
Raka Lestari • 09 Juli 2019 16:09
Dr. dr. Yuda Turana, SpS, dokter spesialis saraf dan Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya mengatakan kondisi kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan, terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan kerusakan otak pada saat lansia.  
 

 
Jakarta: Medical Check-up (MCU) merupakan salah satu cara dalam memelihara kesehatan tubuh secara konsisten dan komprehensif. MCU biasanya dilakukan mulai pada usia 40 tahun ke atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, MCU juga bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko ataupun penyakit yang ada dalam tubuh dan dapat segera diobati sehingga menambah kualitas hidup serta mengurangi komplikasi yang dapat terjadi pada pasien.
 
Salah satu manfaat dari melakukan MCU adalah untuk mengetahui kesehatan otak. Dr. dr. Yuda Turana, SpS, dokter spesialis saraf dan Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya mengatakan, “Pola hidup sehat sejak masa muda, menentukan kesehatan otak di masa tua."
 
Menurut Dr. Yuda, tanpa sadar semua investasi yang sudah mulai Anda lakukan sekarang sangat bergentung pada satu hal utama yaitu ketangkasan intelektual Anda. Investasi otak adalah bagaimana tetap menjaga otak Anda tetap sehat dan produktif.
 
Pentingnya Melakukan <i>Check-up</i> pada Otak
(Salah satu manfaat dari melakukan MCU adalah untuk mengetahui kesehatan otak. Foto: Pexels.com)
 
Untuk memastikan kondisi kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan, terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan kerusakan otak pada saat lansia.  
 
“Dalam konteks proses penuaan di otak, setiap orang saat usia 40 tahun sebaiknya sudah pernah melakukan medical check-up atau umur yang lebih muda namun dengan faktor risiko, misalnya obesitas, adanya DM dan lain-lain."
 
"Pemeriksaan medical check-up, harus komprehensif, termasuk deteksi dini kerusakan otak,” tambah Dr. Yuda, dalam acara Grand Opening RS Atma Jaya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Ia juga menambahkan, “Pemeriksaan menggunakan aroma yang familiar dengan kondisi Indonesia. Bila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma padahal kondisi normal, maka kemungkinan besar sebagai prediktor prademensia.”  
 
Dr. Rensa, Sp.PD-K.Ger, spesialis geriatri (Geriatri yaitu cabang ilmu yang membantu menangani penyakit pada lansia) di RS Atma Jaya menjelaskan proses menua secara alamiah akan dialami setiap manusia.
 
"Proses menua akan terus berjalan, tidak dapat dihentikan atau dicegah, hanya diperlambat. Dengan bertambahnya usia, fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit lebih mudah terjadi pada lansia."
 
"Selain itu, proses degeneratif di berbagai organ menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terkena infeksi penyakit menular.”
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif