Dr Hans Utama, Sp.KK dari RS Grha Kedoya mejelaskan tanda tahi lalat yang tidak normal. Cara mendeteksinya disingkat dengan metode ABCDE.
A, yakni Asimetri atau bentuk yang tidak sama. B, border atau bagian tepi tahi lalat yang lebih tebal warnanya. C, color atau warna yang tak biasa. D, diameter yang lebih dari 2 sentimeter; dan E, elevate atau tidak ratanya tahi lalat karena adanya benjolan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kebanyakan benjolan adalah tumor yang 80 persen jinak, namun untuk mendeteksi itu, butuh pemeriksaan," ujar dr. Hans Utama, Sp.KK dari RS Grha Kedoya dalam acara SOHO #BetterU, Kamis (28/7/2016).
Selain bentuk yang tak normal, bertambahnya jumlah tahi lalat terkadang membuat cemas. Namun dr. Hans memgungkapkan hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh pigmentasi kulit.
"Perlu dikatahui, melanoma tak selalu memunculkan benjolan, bisa saja tahi lalat yang rata ternyata melanoma. Intinya, periksakan bila merasa ada yang tak wajar," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
