Menkes Dr. Terawan mengimbau tim Nusantara Sehat untuk turunkan stunting. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)
Menkes Dr. Terawan mengimbau tim Nusantara Sehat untuk turunkan stunting. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)

Menkes Terawan Imbau Nusantara Sehat Turunkan Stunting

Rona gaya kemenkes
Sunnaholomi Halakrispen • 01 November 2019 15:37
Jakarta: Jumlah permasalahan stunting di Indonesia belum menurun drastis. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengimbau tim Nusantara Sehat turut membantu menurunkan jumlah risiko stunting.
 
Tim Nusantara Sehat sendiri adalah tim tenaga kesehatan profesional ke Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Tujuannya adalah untuk memperkuat layanan kesehatan primer melalui penempatan tim kesehatan di daerah perifer (terletak di tepian-jauh dari pusat).
 
Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, fokus kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk periode 2015 – 2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penguatan yankes primer mencakup tiga hal: Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan). Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut," jelas dalam laman Kemenkes lagi.
 
Harapannya, prevalensi bisa diambang batas WHO yaitu 20 persen. Bahkan, Presiden Joko Widodo dalam lima tahun ke depan menargetkan di bawah 16 persen. Agar bisa mencapai target tersebut, Dr. Terawan mengimbau agar tugas tersebut dilaksanakan dengan hati yang ikhlas dan gembira.
 
"Jangan dianggap berat, namun tugas yang mulia yang diberikan kepada kita semua untuk membantu mengentaskan masyarakat kita dari ancaman stunting. Saudara-saudara semua kan sudah dibekali ilmu mengenai stunting, saya yakin karena ini program prioritas,"ujar Dr. Terawan di Gedung Siwabessy, Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) ini meminta agar para tim Nusantara Sehat dapat memprioritaskan menyukseskan program penurunan jumlah stunting. Kuncinya, dengan selalu bersinergi dengan aparat-aparat di setiap daerah.
 
Imbauan tersebut disampaikannya dalam pelepasan Tim Nusantara Sehat Batch XIV dan Tugas Khusus Individu Gelombang VIII angkatan XII dan XIII tahun 2019. Ia juga sekaligus mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk kesediaan pemuda Indonesia yang rela menjadi anggota Nusantara Sehat.
 
"Terima kasih telah menerima tugas amanah yang mulia ini, terima kasih telah menyelesaikan pembekalan dengan baik, penuh semangat, kesabaran dan ketekunan. Jadikanlah tugas ini sebagai pengalaman, dan jadilah tenaga kesehatan yang kuat, loyal, berintegritas, dan dapat diandalkan oleh masyarakat," imbuhnya.
 
Lantaran Program Nusantara Sehat telah berlangsung sejak periode Menkes sebelumnya yakni Nila Moeloek, Dr. Terawan mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan program tersebut selama ini.
 
Ada peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Puskesmas di Daerah Tertinggal, Pedalaman, dan Kepulauan (DTPK) untuk memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
 
Tujuan mulia bagi Bangsa Indonesia itu kembali diingatkan oleh Dr. Terawan di hadapan para tim Nusantara Sehat. Diharapkan tim ini sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
 
Menkes Terawan Imbau Nusantara Sehat Turunkan Stunting
(Menkes Dr. Terawan hadir dalam acara pelepasan tim Nusantara Sehat batch XIV dan tugas individu gelombang VIII angakatan XII dan XIII tahun 2019, di Gedung Siwabessy, Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)

Harapan Menkes pada tim Nusantara Sehat

"Melalui Nusantara Sehat ini, adik-adik diharapkan dapat menjadi wakil Pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang mengutamakan pelayanan kesehatan promotif preventif dengan menggunakan pendekatan keluarga," tuturnya.
 
Rasa bangga terhadap kesediaan para tim untuk mengikuti program tersebut. Para pemuda-pemudi yang mengabdi pada negara demi terwujudnya cita-cita utama, Indonesia Sehat.
 
"Bersyukur karena adik-adik sudah punya niat yang luar biasa dan bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik, tetap sehat, dan saya bangga semangatnya luar biasa dan pesan saya di mana pun berada jaga terus kesehatannya supaya bisa terus melayani masyarakat di daerahnya masing-masing," paparnya.
 
Ia kembali meyakinkan para peserta bahwa andil menyukseskan program penurunan jumlah persoalan stunting dalam negeri ini merupakan kesempatan yang luar biasa. Sebab, tidak semua petugas kesehatan bisa mendapatkan kesempatan itu. Maka demikian, mereka harus menjalankannya dengan optimal dan penuh sukacita.  
 
"Kita syukuri dan saya harapkan tidak menjadi beban, justru suka cita. Justru hal yang menantang, pengalaman baru. Kami senantiasa mendukung apapun yang dibutuhkan. Program promotif preventif menjadi bekal di depan, untuk selalu mencegah penyakit serta memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kasus-kasus stunting," pungkasnya.
 
Sementara itu, untuk Tim Nusantara Sehat kali ini sebanyak 306 peserta dan 57 peserta Nusantara Sehat Individu. Totalnya, mengirim 363 peserta yang terdiri dari Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Bidan, Dokter Gigi, Dokter Umum, Perawat, Tenaga Farmasi, Tenaga Gizi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, dan Tenaga Kesehatan Masyarakat.
 
Hingga kini, Kementerian Kesehatan tercatat telah mengirim peserta Nusantara Sehat sebanyak 990 peserta sepanjang 2019. Pada Batch 12 yang dikirim Mei 2019 sejumlah 282 peserta, pada Batch 13 sebanyak 402 peserta, dan pada Batch 14 mengirimkan 306 peserta.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif