Sebisa mungkin hindari tinggal di dekat jalan utama untuk mengurangi risiko infertilitas (Foto:Wikimedia)
Sebisa mungkin hindari tinggal di dekat jalan utama untuk mengurangi risiko infertilitas (Foto:Wikimedia)

Benarkah Polusi Udara Pengaruhi Kesuburan?

Rona hamil
Sri Yanti Nainggolan • 21 Januari 2016 10:32
medcom.id, Jakarta: Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa wanita yang tinggal di dekat jalan utama yang udaranya tercemar oleh asap knalpot, cenderung memiliki masalah kesuburan dibandingkan wanita yang tinggal di daerah berudara bersih.
 
Penelitian ini melibatkan 36 ribu wanita sejak tahun 1993 hingga 2003. Penelitian dilakukan dengan menganalisis polusi udara dan lalu lintas pipa asap dekat rumah para peserta untuk melihat apakah pernapasan mereka berhubungan dengan kemampuan untuk hamil.
 
Selama masa penelitian, studi ini menemukan ada sekitar 2.500 kasus yang dilaporkan mengalami infertilitas. Wanita yang tinggal di jalan raya utama, 11 persen lebih banyak mengalami masalah kesuburan dibandingkan mereka yang tinggal jauh dari jalan raya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Risikonya kecil," ujar pemimpin studi Dr Shruthi Mahalingaiah, peneliti di Boston University School of Medicine, dikutip Foxnews.
 
Menurut peneliti di Pusat Penelitian Lingkungan Epidemiologi dan Barcelona Institute for Global Health, Mark Nieuwenhuijsen, risiko kecil tersebut tetap tidak bisa diabaikan.
 
"Secara individu, ini memang tidak begitu penting karena peningkatan infertilitas hanya sedikit. Namun, hal ini penting bagi masyarakat luas karena banyak wanita yang terpapar polusi udara," jelas Mark Nieuwenhuijsen.
 
Untuk mengetahui hubungan keduanya, Mahalingaiah dan para rekannya meneliti campuran partikel padat polusi udara yang mencakup debu, kotoran, jelaga, dan asap, serta melihat jarak dari rumah peserta dengan jalan utama.
 
Mereka berfokus pada infertilitas primer, di mana dalam setahun mencoba hamil namun tak ada hasil, dan infertilitas sekunder di mana pasangan berjuang hamil kembali setelah melahirkan.
 
Wanita yang tinggal dekat dengan jalan raya lebih besar 5 persen melaporkannya akibat infertilitas primer. Ini adalah peningkatan yang tidak signifikan secara statistik. Artinya, bisa jadi ini adalah suatu kebetulan.
 
Namun, sebanyak 21 persen wanita yang tinggal dekat jalan raya melaporkan infertilitas sekunder lebih banyak dibandingkan wanita yang tinggal lebih jauh dari jalan utama. Ini adalah peningkatan yang signifikan secara statistik.
 
Laporan tersebut dituangkan peneliti dalam jurnal Human Reproduction.
 
Salah satu keterbatasan penelitian, adalah peneliti tidak tahu tanggal yang tepat ketika upaya konsepsi dimulai atau infertilitas didiagnosis, sehingga sulit untuk meneliti secara rinci bagaimana waktu paparan polusi dapat memengaruhi peluang kehamilan.
 
Meski begitu, temuan tersebut menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa polusi dapat berdampak negatif pada upaya kehamilan.
 
"Pasangan yang menderita infertilitas perlu berhati-hati, terutama jika mereka berada di daerah dengan partikel sekitar yang tinggi," kata Dr Sajal Gupta, seorang peneliti di Cleveland Clinic di Ohio yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
 
"Relokasi ke daerah dengan kontaminasi rendah partikel merupakan alternatif untuk mencegah dampak negatif pada kesuburan," imbuh Dr Sajal Gupta.
 
Infertilitas adalah salah satu dari sekian banyak masalah kesehatan terkait polusi udara.
 
"Polusi udara lebih buruk dekat jalan utama dengan volume lalu lintas yang tinggi. Sebaiknya, hindari tinggal di daerah ini jika Anda bisa. Bila ini bukan pilihan, perhatikan kualitas udara dan sesuaikan kegiatan di luar ruangan yang sesuai," jelas Christopher Somers, seorang peneliti biologi di University of Regina di Kanada yang tidak terlibat dalam penelitian.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif