Liza Marielly Djaprie, M. Psi, CH, psikolog praktisi hipnoterapis di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Liza Marielly Djaprie, M. Psi, CH, psikolog praktisi hipnoterapis di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Musik Membantu Penyembuhan Masalah Kesehatan Mental

Rona gaya kesehatan mental
Cecylia Rura • 20 Oktober 2019 08:00
Jakarta: Apakah musik benar-benar bisa menjadi salah satu teknik self-healing atau penyembuhan diri sendiri menghadapi kondisi kejiwaan yang tak terkontrol? Jawabannya ya. Dari kacamata psikolog, teknik ini digunakan biasanya untuk orang-orang yang memiliki apresiasi tinggi terhadap seni.
 
"Karena dia mengaktifkan, musik segala jenis, arts, sebenarnya. Musik, lukisan, menonton teater itu adalah hormon happy yang keluar. Apalagi kalau memang orangnya art banget, jadi enggak semua orang art," terang Liza Marielly Djaprie, M. Psi, CH, psikolog praktisi hipnoterapis di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019.
 
Penggunaan musik untuk penyembuhan diri biasanya menggunakan jenis musik tertentu, seperti musik dengan tempo cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Biasanya yang upbeat, happy, kayak film Bebas sekarang, kalau sudah nonton. Itu sebenarnya bisa membantu. Tapi tidak hanya sekadar nonton, tubuh kita pun harus tegak, mencoba untuk accepted," jelas Liza.
 
Bagaimana dengan jenis musik galau? Liza menjelaskan sebaiknya tidak digunakan, tetapi bisa dipakai untuk menyalurkan emosi. Sebab, menurutnya perasaan galau hanya berhenti tanpa memberikan solusi. Dalam kata lain tidak berefek untuk membuat pendengarnya bahagia.
 
Meski dapat digunakan untuk teknik self-healing, Liza menjelaskan tidak semua orang menggunakan pendekatan tersebut. Teknik lain disesuaikan dengan kegemaran dari pasien.
 
"Kalau yang bukan pecinta seni nanti malah mental. Terapi itu sebenarnya kita masuk ke dia sesuai yang dia enak. Ada yang suka olahraga kita suruh olahraga, tergantung orangnya," terang Liza.
 
"Tapi secara inti musik itu ada hormon-hormon happy yang keluar yang mengakibatkan kita jadi lebih menikmati," kata Liza.
 

 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif