Jika Anda merasakan sakit di belakang mata, ada kemungkinan itu bisa menjadi jenis sakit kepala tertentu. (Ilustrasi/Pexels).
Jika Anda merasakan sakit di belakang mata, ada kemungkinan itu bisa menjadi jenis sakit kepala tertentu. (Ilustrasi/Pexels).

Apa Arti Sakit Kepala di Belakang Mata?

Rona sakit kepala
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Desember 2019 13:46
Jakarta: Jika Anda merasakan sakit di belakang mata, ada kemungkinan itu bisa menjadi jenis sakit kepala tertentu. Salah satunya, migrain. Dilansir dari WebMD, sakit kepala ini sering dimulai dengan rasa sakit di sekitar mata dan pelipis.
 
Kemudian, sakitnya dapat menyebar ke bagian belakang kepala Anda. Gejala juga mungkin termasuk ke aura Anda yang bisa berupa tanda-tanda visual seperti lampu kilat yang kadang-kadang datang sebelum rasa sakit itu muncul.
 
Anda mungkin juga merasakan mual, pilek, atau hidung tersumbat. Anda bisa sensitif terhadap cahaya, suara, atau bau. Sakit kepala migrain dapat berlangsung selama beberapa jam saja hingga berangsur beberapa hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika Anda mengalami migrain, Anda bisa belajar menghindari hal-hal yang memicunya. Sejumlah pemicu migrain ialah kurang tidur, perubahan cuaca, tertekan, terkena cahaya yang tak mampu Anda hadapi.
 
Bisa juga karena bau atau suara bising yang merusak telinga bahkan penglihatan. Kemudian, makanan atau minuman yang Anda nikmati, seperti minum alkohol, makan cokelat, atau makan makanan yang mengandung MSG.
 
Jika Anda terserang migrain cukup awal, Anda bisa menanganinya dengan obat pereda nyeri. Seperti ibuprofen, acetaminophen, atau naproxen. Beberapa kemasan kafein atau es juga dapat membantu meringankan rasa sakit itu.
 
Orang yang mengidap penyakit migrain kronis sering kali disarankan minum obat setiap harinya. Cara ininuntuk membantu mengurangi berapa banyak sakit yang mereka rasakan.
 
Arti lain dari sakit kepala di belakang mata ialah sakit kepala karena tegang. Kondisi ini merupakan jenis sakit kepala yang paling umum terjadi. Biasanya menyebabkan rasa sakit yang tumpul di kedua sisi kepala atau di bagian depan kepala Anda, di belakang mata Anda.
 
Bahu dan leher Anda mungkin juga ikut terasa sakit. Sakit kepala karena tensi ini dapat berlangsung selama 20 menit hingga beberapa jam. Solusinya, minumlah obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek.
 
Jika ingin mencoba cara lain tanpa obat-obatan medis, gunakan bantal pemanas sebagai kompres di sekitar kening atau kepala. Bisa juga dengan mandi air hangat atau istirahat selama beberapa waktu sampai sakit kepala itu hilang.
 
Apabila Anda sering mengalami sakit kepala karena tegang, Anda juga bisa menemukan cara untuk mengatasi stres. Pelajari teknik relaksasi seperti yoga atau pernapasan dalam. Cobalah untuk tidak melewatkan waktu makan Anda dan jangan terlalu lelah beraktivitas.
 
Selanjutnya, sakit kepala cluster. Sakit di belakang mata pada kategori ini menyebabkan rasa sakit luar biasa di sekitar mata bahkan seringkali hanya di sekitar satu mata.
 
Anda mungkin merasakan sakitnya setiap hari selama berminggu-minggu. Setelahnya, Anda tidak merasa sakit selama satu tahun atau lebih, tapi akhirnya rasa sakit itu muncul kembali. Kondisi ini tidak umum terjadi pada semua orang.
 
Tapi kebanyakan ditemukan pada pria. Sebab, sakit jenis ini sering dipicu oleh alkohol dan merokok. Bersamaan dengan rasa sakit, Anda mungkin juga mengalami mata berair, hidung tersumbat, dan wajah memerah. Serangan tersebut berlangsung selama 30 hingga 60 menit dan sangat kuat sehingga Anda merasa gelisah dan tidak bisa diam.
 
Solusi terbaiknya, hiruplah oksigen murni untuk mendapatkan sensasi kelegaan. Obat triptan yang disuntikkan dan obat tetes hidung lidokain juga dapat membantu kondisi ini. Beberapa orang minum obat seperti verapamil untuk mencegah kemungkinan munculnya serangan.
 
Kategori sakit lainnya, ketegangan mata.  Kondisi ini terjadi saat mata Anda lelah bekerja terlalu keras atau terlalu lama menatap layar komputer atau layar handphone untuk waktu yang lama.
 
Gejala yang muncul ialah mata terasa sakit, gatal, terbakar, mata berair, penglihatan kabur, sakit juga muncul di bagian bahu atau punggung. Kondisi mata lelah seperti ini biasanya tidak serius dan bisa hilang ketika Anda mengistirahatkan mata beberapa waktu.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif